Geger Kemunculan Hiu di Pantai Nusa Dua Bali, Benarkah Sangat Berbahaya Bagi Wisatawan?
FAKTANASIONAL.NET - Kehebohan melanda jagat maya menyusul beredarnya rekaman video kawanan hiu yang berenang bebas di pesisir Nusa Dua, Bali. Banyak warganet mengkhawatirkan keselamatan para pelancong yang tengah berlibur di pantai eksotis tersebut.…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kehebohan melanda jagat maya menyusul beredarnya rekaman video kawanan hiu yang berenang bebas di pesisir Nusa Dua, Bali. Banyak warganet mengkhawatirkan keselamatan para pelancong yang tengah berlibur di pantai eksotis tersebut.
Menanggapi situasi viral ini, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) selaku pengelola kawasan wisata terkemuka itu langsung angkat bicara demi meredam kepanikan publik yang meluas.
General Manager ITDC Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menegaskan bahwa kemunculan satwa laut tersebut sama sekali tidak mengancam keselamatan para wisatawan.
Melalui konfirmasinya di Denpasar pada Minggu (24/5/2026), ia menyatakan belum menerima laporan insiden meresahkan ataupun kepanikan di lapangan.
Melalui pemantauan intensif, pihak ITDC secara konsisten bersinergi dengan Kepolisian Air dan Udara (Polairud) serta Balawista untuk melancarkan patroli pengawasan demi menjaga keamanan pengunjung.
Walau posisi kawanan ikan tersebut agak jauh dari bibir pantai sehingga spesiesnya belum teridentifikasi penuh, riwayat tahun 2013 dan 2019 menunjukkan fenomena serupa melibatkan jenis blacktip atau hiu karang sirip hitam.
Karakteristik spesies ini dikenal sangat pemalu dan aktif menghindari kontak langsung dengan manusia. Kemunculan mereka ke zona dangkal murni dipicu oleh pergerakan migrasi plankton serta ikan-ikan kecil yang menjadi sumber pangan alami.
Menurut data ilmiah dari Shark Research Institute yang berbasis di Princeton, New Jersey, memaparkan ada lebih dari 400 varietas hiu di ekosistem global.
Jika terbukti spesies itu adalah hiu karang sirip hitam, lembaga tersebut menjamin sifat mereka tidak agresif terhadap manusia.
Satwa dengan panjang dewasa mencapai 1,6 meter ini mendiami terumbu karang dangkal Indo-Pasifik, termasuk Samudera Hindia. Oleh karena itu, publik diimbau tetap tenang menikmati pesona bahari Bali.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.