Gelar Raja Timor untuk Jokowi Menuai Kritik: Jangan Buat Gelar Sendiri dan Mengatasnamakan Masyarakat Adat Pulau Timor!!
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemberian gelar adat Raja Timur kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menuai kritik tajam dari aktivis dan pegiat media sosial dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Gentry Amalo. Ia menegaskan bahwa gelar adat Raja Timur yang d…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemberian gelar adat Raja Timur kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menuai kritik tajam dari aktivis dan pegiat media sosial dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Gentry Amalo.
Ia menegaskan bahwa gelar adat Raja Timur yang disebut-sebut untuk Jokowi itu sangat mengada-ada, karena tidak pernah ada gelar semacam itu di NTT.
"Maaf ya, di NTT tidak ada gelar adat yang disebut dengan "Raja Timur". Jadi jangan suka buat gelar sendiri dan mengatasnamakan masyarakat adat Pulau Timor," kata Gentry dalam unggahannya di akun FB @gentry amalo.
Gentry pun mengkritisi, karena ada upaya Mengundang para tokoh NTT dan membawa-bawa para tokoh untuk menciptakan validasi politik kepentingan bagi Jokowi dan PSI.
"Mengundang para Yang Mulia Usif dan Yang Mulia Liurai untuk memvalidasi kegiatan gelar palsu kalian," jelasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa NTT tak punya tradisi semacam itu. Gelar adat dipakai buat kampanye politik. Bukan prosesi adat yang sesungguhnya.
"Bukan tradisi di NTT atau di Timor untuk memberikan gelar-gelar adat tanpa prosedur yang sudah disepakati secara adat."
"Kalian yang suka bawa-bawa adat ke dalam urusan politik, itu tandanya kalian manusia yang tidak punya adat..!! Manusia yang selalu menganggap remeh adat dan budaya, jadi bersiap-siap ditampar para leluhur..!!" tuntas Gentry Amalo yang juga berprofesi sebagai jurnalis di Bali.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.