Fakta Nasional

Gempa Bermagnitudo 5 Guncang Ruteng Kedalaman 10 Km, BMKG: Butuh 3 Sampai 4 Minggu Untuk Peluruhan

FAKTANASIONAL.NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bermagnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) kedalaman 10 kilometer (km) dan tak berpotensi tsunami pada Rabu (20/…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 20 August 2026 📖 1 menit
Gempa Bermagnitudo 5 Guncang Ruteng Kedalaman 10 Km, BMKG: Butuh 3 Sampai 4 Minggu Untuk Peluruhan
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bermagnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) kedalaman 10 kilometer (km) dan tak berpotensi tsunami pada Rabu (20/8/2026) pukul 23.17 WIB.

Guncangan ini dirasakan di wilayah Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Sumba Timur dengan berbagai intensitas maksimum III-IV MMI.

Sementara itu gempa di bawah magnitudo 5 terus terjadi di wilayah tersebut mulai dari magnitudo 4 hingga 2.

Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di zona tektonik Flores Back-Arc menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani memperkirakan aktivitas gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 di Flores membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu untuk meluruh.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” ucapnya di Jakarta, Rabu.

Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG mencatat 3.055 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari jumlah ini sebanyak 88 gempa dapat dirasakan masyarakat.

“Jumlah gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan,” ucapnua.

BMKG terus memantau aktivitas kegempaan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian.

Badan ini mengimbau warga terdampak untuk tidak menempati bangunan atau rumah yang mengalami retakan struktural dan dipastikan tidak aman. Langkah ini guna menghindari risiko kerobohan akibat guncangan susulan.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu atau hoaks kebencanaan yang tidak jelas sumbernya, dan selalu memperbarui perkembangan data tektonik resmi melalui aplikasi dan kanal komunikasi terverifikasi BMKG. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK