Fakta Nasional

Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 5 Terjadi di Pulau Flores Sabtu Pukul 9, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

FAKTANASIONAL.NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 terjadi pada Sabtu (22/8/2026) pukul 9:31:01 WITA, di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, tidak berpotensi tsunami. “…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 22 August 2026 📖 1 menit
Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 5 Terjadi di Pulau Flores Sabtu Pukul 9, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 terjadi pada Sabtu (22/8/2026) pukul 9:31:01 WITA, di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, tidak berpotensi tsunami.

“Gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman 16 km. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto di Kupang pada Sabtu (22/8/2026).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,07° LS; 120,66° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 64 km arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi itu dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Lamba Leda, Manggarai Timur; Sambi Rampas, Manggarai Timur; Reok, Manggarai.

Gempa ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi M7,7 di Flores, NTT pada 15 Agustus 2026 pukul 6.58.23 WITA.

Wijayanto mengemukakan sampai 22 Agustus 2026 pukul 9.00.00 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan 5.089 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6.2.

BMKG memastikan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK