Fakta Nasional

Genjot Swasembada Pangan, Kementan dan TNI Kebut Cetak Sawah 7.000 Hektare di OKI

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengakselerasi pembukaan 7.000 hektare lahan sawah baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Langkah strategis ini menjadi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 24 July 2026 📖 2 menit
Genjot Swasembada Pangan, Kementan dan TNI Kebut Cetak Sawah 7.000 Hektare di OKI
Kementan bersama TNI mempercepat pencetakan 7.000 hektare sawah baru di OKI sebagai bagian dari target 13.000 hektare di Sumsel guna memperkuat swasembada pangan nasional./Dok. Kementan

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengakselerasi pembukaan 7.000 hektare lahan sawah baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari program cetak sawah nasional guna mendongkrak produksi beras sekaligus memperkokoh swasembada pangan.

Kerja sama intensif ini menunjukkan progres signifikan. Dalam kurun waktu sekitar 20 hari sejak pengerjaan dimulai, lebih dari 130 hektare lahan berhasil dibuka di salah satu kawasan prioritas pengembangan pangan nasional tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perluasan areal tanam melalui cetak sawah merupakan langkah jangka panjang untuk membentengi ketahanan pangan nasional dari ancaman perubahan iklim.

"Kita harus menambah luas tanam dan meningkatkan produktivitas. Itu kunci menuju swasembada pangan," tegas Mentan Amran.

Baca Juga: Harga Telur Anjlok Akibat Oversupply, Kementan Siapkan Empat Langkah Perlindungan Peternak

Progres Lapangan Cepat dan Terukur

Guna mengawal transparansi serta kelancaran proyek, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan bersama Inspektorat Jenderal meninjau langsung proyek cetak sawah di Desa Tanjung Baru, Kabupaten OKI, Selasa (21/7/2026).

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, mengungkapkan bahwa Sumatera Selatan mendapat alokasi target cetak sawah seluas 13.000 hektare, dengan porsi terbesar yakni 7.000 hektare berlokasi di OKI.

Khusus Desa Tanjung Baru, pengerjaan mencakup 230 hektare lahan dengan tahapan land clearing, land leveling, hingga pengolahan tanah siap tanam.

"Kegiatan konstruksi cetak sawah ini baru dimulai di awal Juli dengan target penyelesaian 90 hari. Namun dalam waktu sekitar 20 hari saja, sudah lebih dari 130 hektare lahan yang terbuka dan pengolahan tanah mencapai 30 hektare. Progres ini sangat cepat dan sesuai dengan harapan kita," ujar Hermanto.

Transparansi Administrasi dan Sinergi Bersama TNI

Dari sisi pengawasan administrasi, Inspektur Jenderal Kementan, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, memastikan bahwa pengerjaan swakelola ini berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum.

"Semua sudah on schedule dan secara administrasi tidak ada yang menyimpang. Kami sangat mengapresiasi jajaran Kopassus karena di tahap persiapan sudah langsung menurunkan alat dan beraksi dengan cepat di lapangan," kata Irham.

Sinergi lapangan memanfaatkan momentum cuaca untuk percepatan pengolahan tanah. Perwakilan pelaksana teknis, Kolonel TNI Damai Laksmono, menjelaskan bahwa pergerakan alat berat di lapangan disinkronkan langsung dengan kesiapan sarana produksi.

"Kami berupaya menyiasati kondisi alam dengan segera memasukkan alat berat. Pada saat yang sama, kami menyinkronkan kegiatan olah lahan ini dengan Brigade Pangan, sehingga begitu lahan selesai diolah, pasokan pupuk dan benih diharapkan sudah siap agar petani bisa langsung melaksanakan tanam," jelas Damai.

Harapan Baru Masyarakat Desa

Langkah pemerintah menyulap lahan terbengkalai menjadi areal pertanian produktif mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kepala Desa Tanjung Baru, Abu Bakar, menyampaikan apresiasinya atas masuknya program ini ke wilayahnya.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama masyarakat Desa Tanjung Baru. Mudah-mudahan lahan yang selama ini tidak terjamah ini bisa menjadi lahan yang produktif, sehingga dengan itu taraf kehidupan kami bisa menjadi makmur," ujar Abu Bakar.

Baca Juga: Amankan Lumbung Pangan, Kementan dan Pemprov Jabar Siapkan Pompanisasi Hadapi Kemarau Panjang 2026


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK