Gerindra Hormati PDI-P Tak Masuk Kabinet Prabowo, Bahtra: Perbedaan Politik Bukan Penghalang
FAKTANASIONAL.NET - Partai Gerindra merespons keputusan PDI-P untuk tidak bergabung dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gerindra menyatakan menghormati pilihan politik partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut untuk bera…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Partai Gerindra merespons keputusan PDI-P untuk tidak bergabung dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Gerindra menyatakan menghormati pilihan politik partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut untuk berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang.
Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mengatakan keberadaan kekuatan politik di luar pemerintahan tetap dibutuhkan dalam sistem demokrasi. Menurutnya, kritik dan pengawasan dapat menjaga mekanisme checks and balances berjalan sebagaimana mestinya.
"Dalam demokrasi, keberadaan kekuatan politik yang menjalankan fungsi kontrol dan kritik justru penting untuk memastikan mekanisme checks and balances berjalan sehat, sehingga pemerintah dapat terus dikawal agar berada di jalur yang pas," ujar Bahtra kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2026), dikutip dari Kompas.com.
Bahtra menegaskan perbedaan posisi politik tidak semestinya memutus komunikasi antartokoh.
Ia menyebut Prabowo selama ini telah menyampaikan kepada seluruh partai, termasuk pihak yang berada di luar pemerintahan, bahwa perbedaan pandangan tidak menghilangkan semangat kekeluargaan dan gotong royong.
"Keduanya tentu memiliki persahabatan yang kuat, dan tetap menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati. Bagi kami, perbedaan posisi politik tidak harus menghilangkan komunikasi, persahabatan, maupun rasa saling menghormati di antara para tokoh bangsa," jelasnya.
Sebelumnya, Megawati mengaku telah menyampaikan langsung kepada Prabowo bahwa PDI-P tidak akan masuk kabinet.
Dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II pada Senin (10/8/2026), Megawati menegaskan partainya memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang, bukan oposisi.
"Makanya saya katakan, 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk', saya datang benar, ngomong baik-baik, ‘saya tidak akan’, ditawari untuk masuk, 'saya tidak masuk ke kabinet pak, terima kasih banget," kata Megawati, dikutip dari YouTube BPIP.
"Saya akan berada di luar sebagai penyeimbang', dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu! enak saja!'" lanjutnya.
Bahtra menambahkan, Gerindra tetap fokus memastikan program strategis Prabowo dapat dirasakan masyarakat. Ia menekankan kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.