Geruduk Kejagung, Massa Tuntut Tuntaskan Skandal Korupsi Sekolah Digital Banjarmasin
FAKTANASIONAL.NET - Gelombang protes terkait mandeknya pengusutan kasus korupsi di daerah kembali menggema di ibu kota negara. Ratusan anggota Forum Pemerhati Kalsel (FPK) dilaporkan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan gerbang utama Kej…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Gelombang protes terkait mandeknya pengusutan kasus korupsi di daerah kembali menggema di ibu kota negara.
Ratusan anggota Forum Pemerhati Kalsel (FPK) dilaporkan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan gerbang utama Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Jakarta, pada Jumat (5/6/2026).
Aksi massa yang dikomandoi langsung oleh Ketua FPK Kalsel, Faniansyah, ini menuntut keadilan atas sejumlah mega skandal tindak pidana rasuah yang kini meresahkan rakyat Kalimantan Selatan.
Sebagaimana dilansir dari Kakinewsid, fokus utama orasi Faniansyah menyoroti kelanjutan dugaan korupsi pada proyek raksasa Sekolah Digital Indonesia (SDI).
Proyek yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dan menyedot miliaran rupiah dari kantong APBD tersebut kini memang tengah didalami oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin.
Meski sudah ada empat pihak yang dijadikan tersangka, masyarakat mendesak penyelidikan tidak boleh dikerdilkan.
“Kami sungguh mengapresiasi nyali dari jajaran Kejari Banjarmasin yang telah berani menyeret empat orang sebagai tersangka baru. Namun, ini tidak boleh mandek di level penyedia jasa dan pejabat dinas saja,” lantang Faniansyah dari atas mobil komando.
FPK mendesak agar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) turun gunung menelusuri aktor intelektual di balik skandal tersebut.
FPK secara spesifik mendorong penyidik untuk berani memeriksa pihak-pihak dari unsur legislatif yang dicurigai bermain di proses persetujuan anggaran.
Selain kasus SDI, demonstran juga mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan manipulasi di tubuh PDAM Kabupaten Barito Kuala. Transparansi absolut menjadi harga mati yang diminta agar tidak ada tebang pilih dalam memberangus mafia anggaran.
Di akhir demonstrasi, dokumen tuntutan resmi diterima langsung oleh Bambang Trihatmodjo mewakili Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejagung, yang berjanji akan meneruskan berkas tersebut ke meja pimpinan.
Aksi berani FPK Kalsel ini nyatanya menuai dukungan moral dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalsel, H Akhmat Husaini SH MA.
Pria yang akrab dipanggil H Usai tersebut menilai demonstrasi jalanan ini adalah wujud nyata kontrol sosial publik demi tata kelola pemerintahan yang bersih dari garong uang negara.
“Ini sinyal bahwa masyarakat kita belum apatis. Jangan sampai penegakan hukum hanya galak ke pelaksana teknis kelas teri, sementara otak utama pencuri anggaran jutru tidur nyenyak di luar sana,” pungkas H Usai merestui perjuangan tersebut.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.