Gunung Merapi Luncurkan 17 Guguran Lava, Masyarakat Diminta Waspada
JATENG, FAKTANASIONAL.NET - Gunung Merapi, salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, kembali menunjukkan aktivitas signifikan. Sepanjang Jumat (3/1/2025), Merapi tercatat meluncurkan 17 guguran lava pijar dengan jarak maksimal 1.800 meter ke arah…
Dengarkan Ringkasan
JATENG, FAKTANASIONAL.NET - Gunung Merapi, salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, kembali menunjukkan aktivitas signifikan.
Sepanjang Jumat (3/1/2025), Merapi tercatat meluncurkan 17 guguran lava pijar dengan jarak maksimal 1.800 meter ke arah barat daya.
Aktivitas vulkanik ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Data Aktivitas Gunung Merapi
Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sepanjang Jumat - Sabtu, 4/1/2025, Gunung Merapi juga mengalami 204 kejadian gempa dengan rincian sebagai berikut:
- Gempa Guguran: 144 kali, amplitudo 3-27 mm, durasi 21,48-180,96 detik.
- Gempa Hybrid/Fase Banyak: 49 kali, amplitudo 3-11 mm, durasi 4,74-13,08 detik.
- Gempa Vulkanik Dangkal: 11 kali, amplitudo 12-28 mm, durasi 11,8-15,45 detik.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi selama periode tersebut bervariasi dari cerah hingga mendung, dengan suhu udara berkisar antara 16,4°C hingga 25°C.
Hingga kini, status Gunung Merapi tetap berada di level III atau Siaga.
Potensi bahaya utama berasal dari guguran lava pijar dan awan panas yang diprediksi dapat meluncur sejauh maksimal 7 km di sektor selatan-barat daya, mencakup Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng.
Pada sektor tenggara, guguran lava berpotensi mencapai Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Selain itu, material vulkanik hasil letusan eksplosif dapat terlontar hingga radius 3 km dari puncak.
Jika terjadi peningkatan aktivitas signifikan, BPPTKG akan segera memperbarui status Merapi dan memberikan peringatan lebih lanjut.
Pemerintah daerah bersama BPPTKG terus memantau aktivitas Gunung Merapi secara intensif.
Warga sekitar diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dan menghindari penyebaran berita hoaks yang dapat memicu kepanikan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.