Fakta Nasional

Gunung Soputan Level II Waspada, Badan Geologi Larang Aktivitas dalam Radius 1,5 KM

FAKTANASIONAL.NET – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan imbauan tegas bagi para pendaki, wisatawan, dan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Soputan, Sulawesi Utara. Publik diminta untuk steril dan menjau…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 13 June 2026 📖 2 menit
Gunung Soputan Level II Waspada, Badan Geologi Larang Aktivitas dalam Radius 1,5 KM
Badan Geologi Kementerian ESDM mempertahankan status Gunung Soputan pada Level II (Waspada) dan melarang adanya aktivitas wisata maupun pendakian dalam radius 1,5 kilometer demi menghindari potensi bahaya lontaran material vulkanik./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan imbauan tegas bagi para pendaki, wisatawan, dan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Soputan, Sulawesi Utara.

Publik diminta untuk steril dan menjauhi area dalam radius 1,5 kilometer dari puncak gunung api aktif tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah pihaknya melakukan analisis dan evaluasi komprehensif terhadap aktivitas vulkanik gunung sepanjang bulan lalu.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini," ujar Lana Saria dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).

Sebagai langkah preventif, Lana juga menyarankan masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Soputan untuk segera menyiapkan masker penutup hidung dan mulut.

Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi risiko gangguan pernapasan akibat hujan abu jika sewaktu-waktu terjadi erupsi mendadak.

Baca Juga: Catat Belasan Kali Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Tetap Berstatus Siaga Hari Ini

Rekam Jejak Kegempaan Didominasi Tektonik

Berdasarkan data pos pengamatan pada periode 16 hingga 31 Mei 2026, aktivitas instrumental Gunung Soputan mencatatkan karakteristik yang unik karena masih didominasi oleh jenis gempa tektonik jarak jauh. Sepanjang dua pekan tersebut, seismograf berhasil merekam:

  • 104 kali gempa tektonik jauh.

  • 11 kali gempa vulkanik dangkal.

  • 1 kali gempa vulkanik dalam.

Secara visual, kondisi kawah Gunung Soputan sebenarnya masih relatif tenang. Tim pengamat tidak mendeteksi adanya guguran lava, sementara asap kawah yang keluar terpantau berwarna putih tipis dengan ketinggian maksimum hanya 30 meter di atas puncak.

Pihak Badan Geologi menyimpulkan bahwa meskipun aktivitas kegempaan tektonik relatif tinggi, sejauh ini belum diikuti oleh pergerakan atau migrasi magma ke permukaan.

Data deformasi juga menunjukkan tidak ada perubahan tekanan yang signifikan di bawah tubuh gunung.

Waspadai Ancaman Guguran Lava dan Risiko Lahar Dingin

Meski belum ada pergerakan magma ke permukaan, Badan Geologi mengingatkan bahwa potensi bahaya primer tetap harus diwaspadai.

Tingginya aktivitas gempa tektonik pada periode ini dikhawatirkan dapat memicu ketidakstabilan kubah lava yang berujung pada lontaran material, aliran lava, maupun awan panas piroklastik.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai juga diminta waspada terhadap ancaman sekunder. Jika terjadi erupsi yang disertai curah hujan tinggi, potensi bahaya berupa banjir lahar dingin dapat meluncur deras di sepanjang sungai atau lembah yang hulu airnya berasal dari Gunung Soputan.

Baca Juga: Menguak Misteri Gunung Ciremai: BRIN Temukan Jejak Gempa Dahsyat dan Erupsi Purba di Kuningan


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK