Fakta Nasional

Hadapi Ancaman Era Digital, Geng Mainan Woody dan Jessie Kembali Lewat Toy Story 5

FAKTANASIONAL.NET — Sukses menemani lintas generasi, waralaba animasi legendaris milik Pixar resmi kembali ke layar lebar melalui sekuel terbarunya, Toy Story 5 . Mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia, film kelima ini siap menyuguhkan konflik ya…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 23 June 2026 📖 2 menit
Hadapi Ancaman Era Digital, Geng Mainan Woody dan Jessie Kembali Lewat Toy Story 5
Pada sekuel kelima ini, Pixar mengangkat isu modern mengenai tantangan para mainan klasik dalam merebut kembali perhatian anak-anak di tengah kepungan gawai dan teknologi digital./Dok. Wikipedia

FAKTANASIONAL.NET — Sukses menemani lintas generasi, waralaba animasi legendaris milik Pixar resmi kembali ke layar lebar melalui sekuel terbarunya, Toy Story 5.

Mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia, film kelima ini siap menyuguhkan konflik yang sangat relevan dengan realitas sosial anak-anak masa kini.

Berbeda dengan sekuel-sekuel sebelumnya yang identik dengan ketakutan mainan akan ditelantarkan atau dibuang karena pemiliknya tumbuh dewasa, Toy Story 5 membawa angin baru.

Kali ini, Woody dan kawan-kawan harus menghadapi krisis eksistensial akibat gempuran teknologi digital dan layar gawai (gadget).

Tergeser oleh Obsesi Layar Tablet Pintar

Cerita berfokus pada kehidupan di kamar Bonnie yang kini telah menginjak usia 8 tahun. Di usia tersebut, Bonnie mulai mengalami kesulitan bersosialisasi di dunia nyata.

Situasi di kamarnya yang semula tenang berubah drastis ketika orang tua Bonnie menghadiahi sebuah tablet pintar canggih bernama Lilypad (diisi suara oleh Greta Lee).

Baca Juga: Sutradara DC James Gunn Puji Habis-habisan Film Baru Joe Taslim, Sebut Sutradaranya Terbaik Saat Ini

Dalam waktu singkat, Bonnie menjadi sangat terobsesi dan menghabiskan sebagian besar waktunya menatap layar tablet. Akibatnya, deretan mainan konvensional kesayangannya mulai terlupakan dan berdebu di sudut kamar.

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan, Jessie (Joan Cusack) yang kini memegang kendali kepemimpinan di kamar Bonnie langsung mengambil tindakan.

Konflik sengit pun pecah saat Jessie memprotes Lilypad yang dinilai telah memotong interaksi sosial Bonnie di dunia nyata.

Namun, tablet pintar tersebut justru membalas dengan mengirimkan puluhan permintaan pertemanan virtual ke anak-anak di kelas dansa Bonnie.

Ketika Bonnie kembali dan merasa bahagia dengan kehadiran "sahabat online" barunya, para mainan menyadari bahwa krisis besar sedang mengintai. Rex si dinosaurus bahkan langsung histeris karena didera ketakutan akan ancaman dibuang.

Kembalinya Woody dari Kehidupan Bebas

Sadar bahwa ancaman era digital ini tidak bisa dihadapi sendirian, Jessie memutuskan untuk menggunakan walkie-talkie demi menghubungi Woody (Tom Hanks). Seperti diketahui pada akhir sekuel keempat, Woody memilih hidup bebas sebagai mainan hilang bersama Bo Peep.

Demi menyelamatkan masa bermain sang pemilik, sang koboi akhirnya memilih turun gunung dan kembali ke kamar Bonnie.

Menariknya, kembalinya Woody kali ini diwarnai dengan perubahan fisik yang sangat realistis akibat efek dimainkan secara berlebihan selama bertahun-tahun.

Bahan kain dan kapuk di tubuh koboi ini mulai turun, bahkan ia memiliki area botak di bagian belakang kepalanya akibat gesekan topi yang konstan.

Di tempat terpisah, Buzz Lightyear (Tim Allen) juga akan menghadapi petualangan uniknya sendiri yang melibatkan pertemuan dengan puluhan replika robot Buzz lainnya di sebuah pulau terpencil.

Melalui jalan cerita yang emosional, seluruh geng mainan lama bersama beberapa gawai teknologi usang yang ikut tersingkirkan harus bersatu padu.

Mereka mengemban satu misi utama: membuktikan kepada Bonnie bahwa kesetiaan dan pelukan hangat dari sebuah mainan nyata tidak akan pernah bisa digantikan oleh dinginnya layar sebuah tablet pintar.

Bagaimana keseruan perjalanan Woody dan kawan-kawan?

Baca Juga: Buntut Fitnah Menolak Promo Film, Ratu Sofya Kehilangan Kontrak Merek Ternama


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK