Fakta Nasional

Hakikat Kemuliaan dan Bekal Akhirat: Pesan Mendalam Ustadz H. Ilham Humaidi

FAKTANASIONAL.NET - Dalam sebuah pesan mendalam di Majelis Madani Kapuas pada Sabtu (13/6/2026), Ustadz H. Ilham Humaidi memberikan tausiyah yang menggugah mengenai esensi kehidupan seorang Muslim. Beliau menegaskan bahwa dalam pandangan Islam, nila…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 14 June 2026 📖 1 menit
Hakikat Kemuliaan dan Bekal Akhirat: Pesan Mendalam Ustadz H. Ilham Humaidi
Hakikat Kemuliaan dan Bekal Akhirat: Pesan Mendalam Ustadz H. Ilham Humaidi/(YouTube/@Majelis Ashofa)

FAKTANASIONAL.NET - Dalam sebuah pesan mendalam di Majelis Madani Kapuas pada Sabtu (13/6/2026), Ustadz H. Ilham Humaidi memberikan tausiyah yang menggugah mengenai esensi kehidupan seorang Muslim.

Beliau menegaskan bahwa dalam pandangan Islam, nilai seorang hamba tidak pernah ditentukan oleh parameter materialistik seperti kekayaan atau paras fisik.

Majelis Madani Kapuas, 13 Juni 2026

"Martabat seseorang di hadapan Allah sesuai dengan kualitas hatinya. Tugas terpenting, jangan kita kotori hati kita. Jangan sampai dunia puncak pencapaian kita. Akhirat jauh lebih baik daripada dunia."

— Ustadz H. Ilham Humaidi

Ustadz H. Ilham Humaidi menekankan bahwa kualitas ketakwaan seseorang berbanding lurus dengan kebersihan hatinya.

Menurutnya, hati merupakan pusat kendali spiritual yang harus dijaga dari berbagai penyakit jiwa.

Sifat-sifat tercela seperti kesombongan, iri hati, serta kecenderungan untuk memamerkan diri atau riya, menjadi penghalang utama bagi seseorang dalam menerima limpahan rahmat Allah SWT.

Oleh karena itu, membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs) bukanlah opsi, melainkan tugas spiritual paling krusial bagi setiap individu.

Fokus utama seorang hamba seharusnya terletak pada upaya membenahi batin, bukan sekadar mempercantik tampilan luar yang bersifat sementara.

Lebih lanjut, Ustadz H. Ilham Humaidi mengingatkan para jamaah di Majelis Madani Kapuas agar tidak terjebak dalam ambisi duniawi yang berlebihan.

Dunia sejatinya hanyalah tempat persinggahan singkat—sebuah ladang amal sebelum manusia kembali ke kampung halaman yang sesungguhnya, yaitu akhirat.

Ia menegaskan bahwa segala pencapaian harta dan jabatan akan ditinggalkan saat ajal menjemput. Kunci sukses seorang mukmin terletak pada kemampuannya memandang dunia sebagai jembatan, bukan tujuan akhir.

Dengan memposisikan materi sebagai sarana berbuat kebaikan, setiap langkah yang diambil diharapkan mampu mengantarkan seseorang pada rida Ilahi.

Demikian, segala nikmat yang diperoleh di dunia dapat bertransformasi menjadi investasi berharga demi mencapai kemenangan abadi di surga Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pesan moral ini menjadi pengingat penting bagi umat untuk kembali menata skala prioritas hidup di tengah arus zaman yang semakin materialistis.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK