Fakta Nasional

Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Ratusan Juta, Kok Bisa?

FAKTANASIONAL.NET - Harga tiket untuk perhelatan Piala Dunia 2026 melonjak drastis hingga menuai banyak sorotan publik. Tiket pertandingan pamungkas kini dibanderol dengan angka yang sangat fantastis, mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan lapora…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 18 May 2026 📖 1 menit
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Ratusan Juta, Kok Bisa?
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Ratusan Juta, Kok Bisa?/(instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Harga tiket untuk perhelatan Piala Dunia 2026 melonjak drastis hingga menuai banyak sorotan publik.

Tiket pertandingan pamungkas kini dibanderol dengan angka yang sangat fantastis, mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan laporan Al Jazeera, pada awal periode penjualan di bulan Desember tahun lalu, harga tiket berkisar antara 140 USD hingga 8.680 USD (sekitar Rp2,4 juta hingga Rp149 juta).

Namun, ketika penjualan kembali dibuka pada April, tarif tiket termahal untuk laga final meroket hingga 10.990 USD atau setara dengan Rp189 juta (menggunakan kurs Rp17.222 per USD).

Angka ini mencerminkan kenaikan yang terlampau ekstrem jika disandingkan dengan edisi-edisi terdahulu. Sebagai perbandingan, kursi paling eksklusif pada laga final Piala Dunia 2022 di Qatar hanya dihargai sekitar 1.604 USD.

Angka di Qatar itu pun sejatinya sudah 46 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tarif final 2018 di Rusia yang mematok harga 1.100 USD.

Pakar industri olahraga dari Emlyon Business School Shanghai, Profesor Simon Chadwick, menganalisis bahwa lonjakan tarif ini merupakan langkah strategis untuk membidik pasar kelas menengah ke atas.

Ia menilai konsumen di segmen ini memiliki kecenderungan belanja premium yang tinggi. Chadwick menambahkan, penikmat acara di Amerika Serikat juga terbiasa dengan fluktuasi harga tiket real-time, sehingga FIFA berpeluang mendulang pendapatan maksimal.

Melambungnya harga tiket tak pelak memicu gelombang kritik. Mengutip Reuters, sekelompok anggota parlemen Amerika Serikat baru-baru ini menuntut FIFA untuk menurunkan harganya.

Mereka menuding sistem harga dinamis telah mengubah turnamen ini menjadi ajang elitis yang menyengsarakan penggemar, mengingat tarif penerbangan saat ini juga sedang mahal-mahalnya.

Merespons protes tersebut, otoritas sepak bola dunia itu berdalih tidak menerapkan harga dinamis otomatis, melainkan sistem harga variabel. FIFA menegaskan bahwa penyesuaian nilai tiket semata-mata didasarkan pada tinjauan permintaan serta ketersediaan kursi stadion.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK