Fakta Nasional

Hati-Hati! Ada Modus Baru Bajak WhatsApp Lewat Voting Palsu

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Peneliti keamanan siber Kaspersky menemukan trik phishing terbaru yang menyasar pengguna WhatsApp dengan kedok kontes voting palsu. Skema ini memanfaatkan popularitas ajang pemungutan suara daring untuk menjebak korban.…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 27 September 2025 📖 1 menit
Hati-Hati! Ada Modus Baru Bajak WhatsApp Lewat Voting Palsu
Waspada! Peneliti keamanan siber Kaspersky menemukan trik phishing terbaru yang menyasar pengguna WhatsApp dengan kedok kontes voting palsu/fkn.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Peneliti keamanan siber Kaspersky menemukan trik phishing terbaru yang menyasar pengguna WhatsApp dengan kedok kontes voting palsu.

Skema ini memanfaatkan popularitas ajang pemungutan suara daring untuk menjebak korban.

Awalnya, pengguna diarahkan ke situs yang mirip halaman voting resmi, lengkap dengan foto atlet atau tokoh publik, tombol “Vote”, serta penghitung suara palsu agar terlihat meyakinkan.

Situs bahkan menjanjikan hadiah dari sponsor setelah proses “otorisasi”.

Begitu menekan tombol tersebut, korban dialihkan ke laman palsu yang meminta login cepat via WhatsApp. Mereka kemudian diminta memasukkan nomor ponsel.

Dari situ, pelaku mengaktifkan fitur WhatsApp Web menggunakan kode enam digit. Saat korban mengetikkan kode itu, sesi web milik pelaku langsung aktif sehingga akun korban bisa dikuasai.

“Kami melihat kontes online dengan sistem voting saat ini sangat populer, dan ini dimanfaatkan penjahat siber untuk mengeksploitasi kepercayaan pengguna,” jelas Tatyana Shcherbakova, Web Content Analyst di Kaspersky, dikutip dari Mirror, Kamis (25/9/2025).

Dengan menggabungkan rekayasa sosial dan antarmuka palsu yang tampak sahih, pelaku berhasil mencuri data sensitif dari pengguna.

Kaspersky menyarankan langkah pencegahan seperti:

Mengaktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp,

Mengecek keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi,

Tidak pernah membagikan kode verifikasi,

Menggunakan perangkat lunak keamanan terpercaya untuk memblokir tautan berbahaya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK