Hujan Deras Picu Longsor di Dua Kecamatan Semarang, Akses Jalan dan Rumah Warga Terdampak
FAKTANASIONAL.NET – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur ibu kota Provinsi Jawa Tengah memicu bencana tanah longsor di Kota Semarang pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 17. 30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada…
FAKTANASIONAL.NET – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur ibu kota Provinsi Jawa Tengah memicu bencana tanah longsor di Kota Semarang pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada pemukiman warga serta sejumlah fasilitas publik di Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Banyumanik.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan struktur tanah di kawasan tersebut menjadi labil. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, titik longsor di Kecamatan Ngaliyan menyebar di Kelurahan Bambankerep, Gondoriyo, dan Tambakaji.
Sementara di Kecamatan Banyumanik, bencana serupa menimpa Kelurahan Gedawang dan Padangsari.
Dampak Kerusakan dan Kerugian Material
Secara kumulatif, peristiwa ini berdampak langsung pada lima kepala keluarga.
Selain menyebabkan lima unit rumah mengalami rusak ringan, material longsoran juga memutus satu titik akses jalan warga, mengganggu instalasi penerangan umum, serta menimbun satu unit sepeda motor milik penduduk.
Merespons insiden tersebut, tim reaksi cepat BPBD Kota Semarang bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat wilayah setempat langsung melakukan asesmen awal di lokasi kejadian.
"Hingga laporan mutakhir diturunkan, talud jalan yang ambrol diterjang longsor dilaporkan masih menunggu proses perbaikan lebih lanjut," tulis laporan resmi terkait situasi di lapangan.
Status Siaga Darurat Hidrometeorologi
Bencana ini terjadi di tengah masa pemberlakuan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah.
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 Tahun 2025/2026 yang berlaku efektif sejak 23 Oktober 2025 hingga 23 Mei 2026 mendatang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan berkontur miring, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Warga diimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan menjaga fungsi saluran air guna meminimalisir risiko.
"Jika hujan deras terjadi dalam waktu yang lama agar warga bersiap melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih aman," tegas pihak BNPB dalam imbauan keselamatannya.
Masyarakat juga diharapkan segera melapor kepada aparat jika menemukan tanda-tanda awal pergerakan tanah di sekitar lingkungan mereka.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.