Fakta Nasional

Imbas Kerusuhan GBLA, Persib Bandung Dihantam Sanksi Berlapis dari AFC

FAKTANASIONAL.NET - Nasib buruk menghampiri raksasa sepak bola Indonesia, Persib Bandung. Buntut kerusuhan masif pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions Asia (ACL) 2 saat menjamu wakil Thailand, Ratchaburi FC, pada pertengahan Februari lal…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 17 May 2026 📖 1 menit
Imbas Kerusuhan GBLA, Persib Bandung Dihantam Sanksi Berlapis dari AFC
Imbas Kerusuhan GBLA, Persib Bandung Dihantam Sanksi Berlapis dari AFC/(Foto: Instagram/@persib)

FAKTANASIONAL.NET - Nasib buruk menghampiri raksasa sepak bola Indonesia, Persib Bandung.

Buntut kerusuhan masif pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions Asia (ACL) 2 saat menjamu wakil Thailand, Ratchaburi FC, pada pertengahan Februari lalu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi disiplin yang sangat keras.

Dilansir dari AFC pada 17 Mei 2026, manajemen skuad kebanggaan Jawa Barat tersebut harus menanggung akibat dari hukuman ganda.

Sanksi pertama, Persib diwajibkan membayar denda 200.000 dolar AS atau setara Rp3,5 miliar. Dana ini harus dibayarkan maksimal 30 hari usai putusan disampaikan, mengacu pada Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC.

Sanksi kedua memaksa Persib menggelar dua pertandingan kandang kompetisi Asia berikutnya di wilayah Indonesia dengan status penutupan stadion penuh.

Di samping kedua sanksi utama tersebut, AFC juga membebankan masa percobaan berdurasi dua tahun. Jika pelanggaran indisipliner terulang lagi, sanksi yang jauh lebih fatal dipastikan akan menimpa pihak klub.

Hukuman berat ini dijatuhkan karena Persib divonis melanggar Regulasi Komite Disiplin dan Etik AFC Pasal 64 dan 65, ditambah Regulasi Keselamatan dan Keamanan Pasal 35.

Pemicu utamanya adalah ulah segelintir oknum pendukung yang nekat menyalakan suar serta kembang api di tengah berjalannya pertandingan.

Situasi semakin memburuk saat suporter melempar berbagai benda ke area permainan, disusul tindakan vandalisme berupa perusakan kursi hingga papan iklan.

Bahkan, tercatat adanya agresi fisik serta lontaran makian kasar kepada penggawa Ratchaburi FC dan ofisial pertandingan.

AFC turut mengkritik keras panitia pelaksana tuan rumah yang gagal mensterilkan jalur evakuasi, tangga, dan lorong stadion dari penumpukan massa penonton, sebuah kelalaian fatal bagi keselamatan publik.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK