Fakta Nasional

Indonesia Hadapi Dua Sisi Hidrometeorologi: Banjir Kepung Pulau Jawa, Karhutla Mulai Bakar Kalimantan

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan situasi darurat ganda yang melanda tanah air pada periode 27–28 Maret 2026. Di saat sebagian besar wilayah Pulau Jawa masih berjuang melawan kepungan banjir dan longsor, wil…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 29 March 2026 📖 2 menit
Indonesia Hadapi Dua Sisi Hidrometeorologi: Banjir Kepung Pulau Jawa, Karhutla Mulai Bakar Kalimantan
/Dok. BNPB

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan situasi darurat ganda yang melanda tanah air pada periode 27–28 Maret 2026.

Di saat sebagian besar wilayah Pulau Jawa masih berjuang melawan kepungan banjir dan longsor, wilayah Kalimantan justru mulai didera kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring datangnya fase peralihan musim.

Jawa dalam Kepungan Banjir dan Longsor

Bencana hidrometeorologi basah mendominasi laporan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Di Jombang, luapan Sungai Marmoyo merendam 60 rumah, sementara di Pasuruan, banjir tahunan masih menyisakan genangan hingga 80 cm di beberapa desa di Kecamatan Rejoso, Beji, dan Winongan.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., yang meninjau langsung lokasi di Pasuruan, menegaskan bahwa penanganan ini memerlukan sinergi lintas sektoral yang kuat agar solusi permanen bisa segera terwujud.

“BNPB akan berkoordinasi dengan kementerian lembaga terkait,” ujar Suharyanto, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan bahwa BNPB akan mencatat seluruh kebutuhan, mulai dari percepatan penanganan darurat hingga strategi mitigasi jangka panjang guna meminimalisir dampak di masa depan.

Sementara itu di Jawa Tengah, banjir meluas di beberapa titik:

  • Brebes: Genangan di Kecamatan Ketanggungan mulai surut. Petugas gabungan kini bersiaga penuh di jalur mudik Ketanggungan-Pejagan jelang Idulfitri 1447 H.

  • Pemalang: Sungai Comal meluap dan berdampak pada 23.154 jiwa di 16 desa. Selain banjir, longsor juga dilaporkan memutus akses jalan di Kecamatan Pulosari.

  • Grobogan & Demak: Ratusan kepala keluarga terdampak luapan drainase dan sungai akibat hujan intensitas tinggi selama lebih dari empat jam.

Ancaman Karhutla di Kalimantan

Berbanding terbalik dengan Pulau Jawa, wilayah Kalimantan mulai memasuki fase hidrometeorologi kering.

Hingga 27 Maret 2026, Kalimantan Barat mencatatkan luas lahan terbakar mencapai 671,9 hektare, sedangkan Kalimantan Tengah melaporkan 357,6 hektare lahan hangus di 11 kabupaten/kota.

BMKG memprakirakan awal musim kemarau 2026 akan datang lebih maju, dimulai pada April ini.

Wilayah yang diprediksi masuk kemarau lebih awal meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Imbauan Kesiapsiagaan: Tas Siaga Bencana

Menghadapi fase transisi ini, BNPB meminta masyarakat untuk tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung di satu sisi, dan ancaman kekeringan di sisi lain.

Warga diingatkan untuk:

  1. Hindari pemicu api: Tidak membakar sampah tanpa pengawasan atau membuang puntung rokok sembarangan.

  2. Siapkan Tas Siaga Bencana: Pastikan dokumen penting, obat-obatan, senter, dan makanan darurat siap sedia.

  3. Pantau Informasi: Gunakan aplikasi InaRisk serta kanal resmi BMKG dan BPBD untuk memantau risiko di wilayah masing-masing.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK