Inovasi Ganda Banjarmasin 500 Tahun: Gebrakan Ekspor Sasirangan dan Sulap Sampah Jadi Energi
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Kota Banjarmasin resmi mengambil langkah strategis dengan mengawinkan dua isu fundamental, yakni penguatan ekonomi kreatif dan penanganan lingkungan perkotaan. Langkah visioner ini ditegaskan Wali Kota Banjarmasin, H.…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Kota Banjarmasin resmi mengambil langkah strategis dengan mengawinkan dua isu fundamental, yakni penguatan ekonomi kreatif dan penanganan lingkungan perkotaan.
Langkah visioner ini ditegaskan Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, saat membuka sosialisasi Lomba Desain Motif Sasirangan 2026 dalam rangka menyambut 500 tahun Kota Banjarmasin, Selasa (14/4/2026).
Menggandeng pelaku IKM dan Dekranasda, pemerintah memastikan sektor kreatif berjalan selaras dengan solusi tata kota.
Sebagai kota perdagangan dan jasa minim sumber daya alam, inovasi adalah nyawa Banjarmasin. Wali Kota menyoroti besarnya peluang ekspor yang perlu dimaksimalkan.
“Selama ini urusan kepabeanan kita lebih banyak bergantung dari luar daerah, padahal, kalau ini kita kelola sendiri, dampaknya bisa langsung ke peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Lomba sasirangan kali ini dirancang untuk mendobrak pasar global. Plt Kepala Disperdagin Banjarmasin, Noosyahdi, menekankan, “Kita ingin melahirkan motif yang benar-benar merepresentasikan 500 tahun Kota Banjarmasin dan bisa diterima pasar luas, bahkan sampai ekspor,” katanya.
Memperkuat hal itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menambahkan, “Motif yang terpilih akan digunakan oleh kepala daerah hingga ASN, ini bentuk nyata bahwa karya lokal menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.
Di balik potensi ekonomi tersebut, masalah kebersihan lingkungan tetap menjadi tantangan serius. Pemkot menggeser fokus penanganan sampah dari hilir ke hulu. “Masalahnya bukan sekadar pengangkutan.
Kita harus mulai dari sumbernya, dari rumah tangga, kalau tidak, pagi dibersihkan, sore menumpuk lagi,” tegas Yamin.
Untuk menekan volume limbah secara signifikan, Pemkot Banjarmasin juga tengah mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.
"Kalau sistem ini berjalan, tidak ada lagi alasan sampah menumpuk di pinggir jalan, tapi tetap, pemilahan dan pengeringan sampah harus disiplin dilakukan masyarakat,” jelasnya. Kolaborasi ini diharapkan membawa kemajuan nyata.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.