Inovasi Warga Kampung Gambut Siantan Hilir Kembangkan Wisata Edukasi dan Energi Gas Alternatif
PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET - Kawasan Kampung Gambut Siantan Hilir di Kota Pontianak sukses menorehkan prestasi nasional berkat inovasi masif warga dalam mengelola kelestarian lingkungan hidup. Ketua Kelompok Sadar Wisata Kampung Gambut Siantan Hil…
Dengarkan Ringkasan
PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET - Kawasan Kampung Gambut Siantan Hilir di Kota Pontianak sukses menorehkan prestasi nasional berkat inovasi masif warga dalam mengelola kelestarian lingkungan hidup.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Kampung Gambut Siantan Hilir Misra’i menegaskan bahwa pencapaian membanggakan tersebut murni berasal dari semangat gotong royong masyarakat setempat.
Menurut Misra'i para warga sepakat untuk mulai membangun kesadaran bersama guna memperbaiki ekosistem permukiman melalui berbagai kegiatan aplikatif sehari-hari.
Salah satu gebrakan teknologi utama yang berhasil diciptakan oleh warga setempat adalah inovasi pemanfaatan limbah sayuran organik menjadi energi gas domestik.
Kendati berhasil diciptakan, pemanfaatan gas organik dari sisa limbah pertanian warga tersebut saat ini masih terbentur pada keterbatasan alat dan kapasitas produksinya.
“Untuk saat ini masih memproduksi untuk beberapa rumah, karena ketersediaan bahan baku dan alat pembuatannya juga belum memadai. Masih terhitung enam rumah,” katanya usai menerima penghargaan tersebut dari Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Rabu (20/5/2026) pagi.
Selain merintis inovasi energi alternatif, Kampung Gambut Siantan Hilir kini juga telah bertransformasi secara pesat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kota Pontianak.
Masyarakat setempat secara swadaya membuka ruang pembelajaran praktik pertanian organik yang ramah lingkungan bagi pengunjung dari berbagai kelompok usia.
Sepanjang periode bulan Januari hingga Mei 2026, kawasan ekowisata percontohan ini tercatat telah menerima angka kunjungan wisata yang menyentuh lebih dari dua ribu orang.
Sebagian besar elemen masyarakat yang berdatangan untuk mempelajari tata kelola kelestarian alam di kawasan wisata tersebut didominasi oleh kelompok pelajar.
“Kami mulai mengumpulkan rekan-rekan untuk bergabung sejak tahun 2020, dan terbentuk SK-nya pada 2022,” jelasnya.
Konsistensi para warga di Kampung Gambut Siantan Hilir dalam melindungi area ekosistem hutan kecil seluas satu setengah hektare juga membuahkan dampak ekologi yang luar biasa.
Kelestarian rantai alam yang perlahan mulai pulih tersebut berdampak langsung pada tingkat kehadiran kembali berbagai satwa liar di kawasan hutan sekitar permukiman warga.
“Dulu beberapa satwa sempat punah di tempat kami. Tapi saat ini setelah kami mengubah pola hidup dan menjaga iklim, banyak hewan mulai terlihat lagi, reptil-reptil mulai hadir,” katanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.