Fakta Nasional

Jaksa dan Polisi Korup Tidak Sadar Sedang Mengundang Maut

FAKTANASIONAL.NET – Serial Korea Selatan Mercy for None menghadirkan kisah balas dendam yang dipenuhi aksi brutal, intrik kriminal, dan konspirasi yang melibatkan mafia hingga aparat penegak hukum. Drama yang dibintangi So Ji-sub ini diadaptasi dari…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 18 July 2026 📖 2 menit
Jaksa dan Polisi Korup Tidak Sadar Sedang Mengundang Maut
Jaksa, dan Polisi Korup Tidak Sadar Sedang Mengundang Maut/(NETFLIX)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Serial Korea Selatan Mercy for None menghadirkan kisah balas dendam yang dipenuhi aksi brutal, intrik kriminal, dan konspirasi yang melibatkan mafia hingga aparat penegak hukum.

Drama yang dibintangi So Ji-sub ini diadaptasi dari webtoon Plaza (광장) dan menjadi salah satu tayangan kriminal paling intens di Netflix.

Berdasarkan ulasan yang dipublikasikan Netflix, cerita berpusat pada Nam Gi-jun, mantan algojo legendaris organisasi mafia Bongsan yang memutuskan meninggalkan dunia kriminal demi melindungi adiknya.

Namun, keputusan itu berubah menjadi awal dari perjalanan berdarah setelah sang adik ditemukan tewas secara mengenaskan.

Nam Gi-jun pernah dikenal sebagai petarung paling disegani di kelompok Bongsan. Sebagai bukti kesungguhannya pensiun, ia bahkan rela memotong tendon Achilles miliknya sendiri agar tak lagi terlibat dalam pertarungan antar-geng.

Selama lebih dari satu dekade, ia menjalani kehidupan sederhana sebagai pemasok minuman.

Kedamaian itu berakhir ketika Nam Gi-seok, adiknya yang menjabat sebagai orang kepercayaan di organisasi saingan Juwoon Group, ditemukan meninggal dunia secara brutal.

Meski kepolisian menganggap kasus tersebut hanya konflik biasa di antara kelompok kriminal, Gi-jun meyakini ada dalang yang lebih besar di balik kematian tersebut.

Ia pun kembali mengangkat tongkat bisbol yang dahulu menjadi simbol kekuatannya dan memulai aksi balas dendam seorang diri.

Dalam perjalanannya mencari kebenaran, Gi-jun menyingkirkan banyak anggota mafia, mulai dari preman lapangan, pembunuh bayaran, hingga para petinggi organisasi kriminal yang menghalangi langkahnya.

Awalnya, seluruh petunjuk mengarah kepada Gu Jun-mo, putra pemimpin Bongsan Group. Meski diketahui memerintahkan penyerangan terhadap Gi-seok, Gi-jun kemudian menyadari bahwa Jun-mo hanyalah bagian kecil dari rencana yang jauh lebih besar.

Kendati demikian, Jun-mo tetap menjadi korban amarah Gi-jun karena dianggap memicu rangkaian tragedi tersebut.

Penyelidikan Gi-jun akhirnya membawanya kepada sosok Lee Geum-son, seorang jaksa yang juga merupakan putra Ketua Juwoon Group.

Di balik citranya sebagai penegak hukum, Geum-son ternyata memiliki ambisi menguasai seluruh jaringan kriminal keluarganya.

Dengan memanfaatkan kewenangannya sebagai jaksa, ia diduga mengendalikan proses penyelidikan, menyembunyikan berbagai kejahatan, sekaligus memicu konflik antara dua organisasi mafia terbesar di Seoul agar saling menghancurkan.

Rencana tersebut dijalankan bersama Cha Yeong-do, polisi korup yang bertahun-tahun menjadi penghubung antara aparat dan dunia kriminal.

Tokoh ini berperan menghilangkan barang bukti, mengatur pembunuhan, hingga mengoordinasikan para pembunuh bayaran demi menjaga kepentingan konspirasi.

Konflik kemudian berkembang menjadi perang besar yang menewaskan hampir seluruh tokoh penting di kedua organisasi.

Para bos mafia, tangan kanan, hingga para pengkhianat satu per satu tumbang dalam aksi balas dendam Gi-jun.

Pertarungan terakhir mempertemukan Gi-jun dengan Lee Geum-son setelah rekaman kejahatan sang jaksa terbongkar dan menghancurkan kariernya.

Dalam duel berdarah itu, Geum-son akhirnya tewas di tangan Gi-jun sebagai penutup dendam atas kematian adiknya.

Namun kemenangan tersebut harus dibayar mahal. Gi-jun mengalami banyak luka akibat tembakan dan tikaman sepanjang misinya.

Setelah memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab menerima balasan, ia kembali ke tempat tinggal sederhananya. Di sanalah ia mengingat percakapan terakhir bersama sang adik sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Mengutip kisah yang diadaptasi Netflix, Mercy for None tidak hanya menyajikan aksi laga penuh kekerasan, tetapi juga mengangkat tema tentang korupsi kekuasaan, pengkhianatan, dan mahalnya harga sebuah balas dendam.

Di balik setiap adegan penuh darah, serial ini memperlihatkan bagaimana ambisi dapat menghancurkan mafia, aparat hukum, bahkan orang-orang yang berusaha mencari keadilan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK