Fakta Nasional

Jangan Kejar Cuan dengan Cara yang Dimurkai Allah, Rezeki Bisa Kehilangan Keberkahan

FAKTANASIONAL.NET - Majelis Nurul Ibadah kembali menyampaikan nasihat keagamaan mengenai pentingnya kualitas amal dan cara seorang Muslim dalam menjalani kehidupan. Dalam pengajian tersebut, Guru H. Ilham Humaidi mengingatkan bahwa amal bukan sekada…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 01 October 2026 📖 1 menit
Jangan Kejar Cuan dengan Cara yang Dimurkai Allah, Rezeki Bisa Kehilangan Keberkahan
Guru H. Ilham Humaidi/Ditfkn
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Majelis Nurul Ibadah kembali menyampaikan nasihat keagamaan mengenai pentingnya kualitas amal dan cara seorang Muslim dalam menjalani kehidupan.

Dalam pengajian tersebut, Guru H. Ilham Humaidi mengingatkan bahwa amal bukan sekadar dilakukan, tetapi perlu dikerjakan dengan sebaik-baiknya dan penuh totalitas.

Menurut Guru H. Ilham Humaidi, nilai sebuah amal berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalankannya.

Ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam berbuat kebaikan serta menjaga setiap tindakan agar tetap berada dalam tuntunan agama.

Dalam materi pengajian itu, disampaikan pula bahwa Rasulullah memerintahkan tujuh perkara dan melarang tujuh perkara.

Salah satu bagian nasihat tersebut mengajak umat untuk memperhatikan sesama, termasuk menjenguk orang yang sakit.

Selain itu, umat juga dianjurkan ikut dalam pelaksanaan jenazah serta mengunjungi pemakaman atau kubur.

Ketiga hal tersebut menjadi bagian dari pengingat agar manusia tidak melupakan kepedulian sosial sekaligus merenungkan kehidupan dan kematian.

Nasihat lain yang menjadi perhatian dalam pengajian tersebut berkaitan dengan cara memperoleh rezeki.

Guru H. Ilham Humaidi mengingatkan agar seseorang tidak mengejar penghasilan dengan cara yang bertentangan dengan syariat.

“Jangan mencari rezeki dengan cara yang dimurkai oleh Allah. Jangan cari keuntungan, jangan cari cuan dengan cara yang tidak dibenarkan dalam syariat,” ujar Guru H. Ilham Humaidi, dikutip Redaksi pada 30 September 2026.

Ia menjelaskan bahwa cara memperoleh penghasilan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Rezeki yang diperoleh melalui cara yang tidak dibenarkan dalam syariat, menurut nasihat tersebut, dapat menghilangkan keberkahan dari hasil yang diterima.

“Ketika kita mencari rezeki dengan cara tidak dibenarkan, maka hasilnya pun tidak berkah. Ketika hasilnya tidak berkah, dirimu akan jauh dari ibadah, jauh dari kemuliaan. Keberkahan tidak ada, yang dirimu dapat hanya murka-Nya Allah,” Tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar umat tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan kehalalan dan keberkahan dalam setiap rezeki yang diperoleh.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK