Jejak Gerindra dalam Demo Dukung MBG Terbongkar! Forsiber: Habiburokhman Harusnya Turun Pimpin Aksi!
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta patut dihormati sebagai bagian dari kebebasan berpendapat. Namun publik juga berhak mengetahui siapa yang berdiri di balik pengerahan massa, jaringan p…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta patut dihormati sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.
Namun publik juga berhak mengetahui siapa yang berdiri di balik pengerahan massa, jaringan politik apa yang terlibat, serta apakah aksi yang diklaim sebagai suara masyarakat itu benar-benar lahir dari keresahan warga atau sekadar demonstrasi dukungan dari mesin politik yang sedang membela program kekuasaan.
Analis sosial politik ekonomi dari Forum Sipil Bersuara (Forsiber) Hamdi Putra, mengatakan, jejak para penggeraknya membuat pertanyaan itu sulit dihindari.
Hamdi mengungkap fakta, Edi Marzuki, koordinator aksi, pernah tercatat sebagai Ketua PAC Gerindra Cakung, Jakarta Timur.
Kemudian Grace Taliwongso Nelwan memimpin GESIRA, organisasi relawan yang menjadi bagian dari jaringan pemenangan Prabowo-Gibran.
Sementara Indra Rahayu Mangundap atau Inge Mangundap, melalui unggahannya sendiri, menyatakan telah bergabung dengan Gerindra sejak 2009, menyebut dirinya relawan Gerindra senior, serta mengaku menjadi tim sukses Habiburokhman di daerah pemilihan Jakarta Timur sejak Pileg 2017 hingga sekarang.
"Dengan komposisi seperti itu, publik tentu tidak perlu pura-pura terkejut apabila aksi dukungan MBG kemudian lebih menyerupai konsolidasi politik daripada spontanitas warga," ungkap Hamdi dalam keterangannya pada Senin (22/6/2026).
Hamdi mengakui, tak ada yang melarang kader partai, relawan pemenangan, atau tim sukses anggota DPR turun ke jalan. Tetapi jangan pula publik diminta menelan mentah-mentah narasi bahwa ini sepenuhnya gerakan masyarakat tanpa warna politik.
"Justru agar lebih jujur dan lebih elegan, Habiburokhman seharusnya ikut turun langsung dan memimpin aksi tersebut," tegas Hamdi.
Bila memang para penggeraknya adalah kader, relawan senior, dan tim suksesnya sendiri di Jakarta Timur, Hamdi menilai tidak ada alasan untuk bersembunyi di balik istilah “aliansi masyarakat”.
Ia menyebut lebih baik aksi itu disebut apa adanya, yaitu konsolidasi pendukung politik untuk membela keberlanjutan MBG.
"Habiburokhman tidak perlu malu. Ia anggota DPR dari Fraksi Gerindra, tokoh politik, dan memiliki jaringan yang jelas di Jakarta Timur," kata Hamdi.
Bila memang percaya MBG adalah program yang harus dipertahankan, maka kehadirannya justru akan membuat aksi itu lebih transparan.
Hamdi menilai Habiburokhman dapat berdiri di depan massa, menyampaikan bahwa program ini harus dilanjutkan, koruptor harus dihukum, dan tata kelola harus dibuka.
Itu jauh lebih terhormat ketimbang membiarkan publik menduga bahwa dukungan politik sedang disamarkan menjadi aspirasi masyarakat.
"Publik tidak anti-Gerindra, tidak anti-MBG, dan tidak anti-pemerintah. Publik hanya anti ketika kekuatan politik memakai nama masyarakat untuk menutup pertanyaan MBG yang seharusnya dijawab dengan data," tegas Hamdi.
Bagi Hamdi, makanan bergizi untuk anak-anak adalah kebutuhan bangsa. Tetapi transparansi, akuntabilitas, dan keberanian membongkar kepentingan di balik program itu juga merupakan kebutuhan bangsa.
"Jangan sampai MBG yang seharusnya memberi gizi bagi anak, justru menjadi panggung gizi politik bagi elite," tuntas Hamdi Putra.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.