Fakta Nasional

Jeritan Sopir Truk di Kalsel: Solar Langka, Premanisme SPBU Merajalela

FAKTANASIONAL.NET - Ratusan unit truk memadati kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru pada Rabu (13/5/2026). Ribuan sopir yang tergabung dalam koalisi angkutan logistik ini menggelar aksi demonstrasi besar-besaran u…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 14 May 2026 📖 1 menit
Jeritan Sopir Truk di Kalsel: Solar Langka, Premanisme SPBU Merajalela
Jeritan Sopir Truk di Kalsel: Solar Langka, Premanisme SPBU Merajalela/(Foto: Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Ratusan unit truk memadati kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru pada Rabu (13/5/2026).

Ribuan sopir yang tergabung dalam koalisi angkutan logistik ini menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk memprotes sulitnya mengakses bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar bersubsidi di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan dari media RRI, massa juga membentangkan spanduk bernada kecaman terkait carut-marut tata kelola distribusi BBM.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Aliansyah, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bersikap tegas terhadap praktik penyelewengan solar di lapangan.

Para sopir menuding adanya keterlibatan oknum yang membekingi "preman SPBU", sehingga kuota subsidi tidak tepat sasaran. Kondisi ini memaksa para sopir mencari alternatif di pasar eceran dengan harga yang melambung tinggi.

Salah satu sopir truk asal Banjarbaru bernama Udin menceritakan pengalaman pahitnya. Ia mengaku harus mengantre berhari-hari di SPBU demi mendapatkan biosolar.

Situasi diperparah dengan adanya pungutan liar dari kelompok preman. Jika terpaksa membeli di pedagang eceran, harga solar bisa menyentuh angka Rp20.000 per liter, sebuah harga yang sangat membebani operasional angkutan barang.

Massa diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, M. Syarifuddin, yang didampingi oleh jajaran pejabat teras Pemprov, perwakilan Polda Kalsel, Korem, serta pihak Pertamina.

Menanggapi tuntutan yang memanas, Syarifuddin menegaskan komitmen pemerintah untuk segera melakukan pembenahan sistem distribusi.

"Kami akan menindaklanjuti aspirasi para sopir ini. Langkah konkretnya, kami segera membentuk satgas khusus untuk menangani masalah ini," ujar Syarifuddin di hadapan massa.

Satgas tersebut diharapkan mampu memberantas praktik mafia solar dan menjamin keamanan para sopir saat mengisi BBM di SPBU tanpa bayang-bayang intimidasi preman.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK