Kabar Gembira! Kuota Magang Nasional 2026 Melonjak Jadi 150 Ribu, Gaji Setara UMP
FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi mendongkrak kuota program Magang Nasional tahun 2026 menjadi 150 ribu peserta. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang hanya menampung 100 ribu orang. Langk…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi mendongkrak kuota program Magang Nasional tahun 2026 menjadi 150 ribu peserta. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang hanya menampung 100 ribu orang.
Langkah agresif ini diambil pemerintah guna menekan angka pengangguran terdidik dan mempersiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global.
Penambahan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan negara dalam memfasilitasi masa transisi dunia pendidikan ke dunia industri.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menyampaikan bahwa penambahan kuota besar-besaran ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Tujuannya adalah memperluas kesempatan kerja sekaligus mengasah keterampilan para lulusan baru (fresh graduate).
Dalam penjelasannya pada pertengahan Mei ini, para pemagang akan ditempatkan di berbagai instansi pemerintah maupun korporasi swasta selama enam bulan penuh di bawah bimbingan mentor profesional.
Selain mendapatkan pengalaman kerja yang riil, daya tarik utama dari program Magang Nasional 2026 ini adalah kompensasi finansial yang menggiurkan.
Pemerintah memastikan para peserta akan menerima insentif bulanan yang nilainya disetarakan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) di wilayah penempatan masing-masing.
Sebagai ilustrasi, peserta yang beruntung mendapatkan lokasi magang di wilayah DKI Jakarta berhak mengantongi dana intensif hingga Rp5,8 juta per bulan, sebuah nominal yang sangat bersaing bagi pencari kerja pemula.
Skema pengupahan ini dirancang agar para peserta dapat fokus menyerap ilmu tanpa terbebani masalah finansial harian.
Kelebihan lain program ini diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Selain uang saku, seluruh lulusan program ini dipastikan membawa pulang sertifikasi kompetensi resmi.
Dokumen formal ini diberikan secara cuma-cuma oleh institusi kementerian sebagai bentuk apresiasi dan pembuktian keahlian yang diakui secara luas oleh sektor industri.
Dengan bekal sertifikat tersebut, Kemnaker optimistis para alumni magang memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat saat melamar pekerjaan permanen di masa depan.
Upaya komprehensif ini diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai sektor strategis.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.