Kapan Usia Ideal Memulai Co-Parenting? Simak Tahapannya Sesuai Usia Anak
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Co-parenting atau pola pengasuhan bersama setelah perpisahan adalah komitmen penting untuk tumbuh kembang anak. Meski hubungan orang tua berakhir, tanggung jawab tetap berjalan. Namun, banyak yang bertanya, sejak usia…
Dengarkan Ringkasan
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Co-parenting atau pola pengasuhan bersama setelah perpisahan adalah komitmen penting untuk tumbuh kembang anak. Meski hubungan orang tua berakhir, tanggung jawab tetap berjalan. Namun, banyak yang bertanya, sejak usia berapa co-parenting bisa diterapkan?
Jawabannya adalah bisa dimulai sedini mungkin, bahkan sejak bayi. Kuncinya adalah menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan emosional anak.
Fase Bayi dan Balita (0-5 Tahun)
Pada bayi di bawah satu tahun, fokus utama co-parenting adalah menjaga rutinitas, stabilitas, dan rasa aman, bukan membagi waktu secara kaku. Memasuki usia balita (1-5 tahun), anak mulai mengenal konsep ayah dan ibu. Ini adalah waktu tepat menerapkan rutinitas yang jelas dan konsisten, seperti jadwal bersama, agar anak tidak merasa bingung atau terombang-ambing di antara dua rumah tangga. Komunikasi orang tua sangat penting di fase ini.
Fase Usia Sekolah dan Remaja
Saat anak memasuki usia sekolah (6-12 tahun), mereka mulai bisa memahami alasan perpisahan. Ini adalah waktu ideal untuk pola co-parenting yang lebih seimbang, dengan pembagian waktu yang adil. Kunci sukses di tahap ini adalah konsistensi aturan dan disiplin di kedua rumah. Memasuki usia remaja, pendekatan harus lebih fleksibel. Orang tua perlu menghargai pendapat anak dalam pengambilan keputusan jadwal, serta menjaga komunikasi tetap terbuka tanpa memaksa anak memilih pihak.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.