Fakta Nasional

Kapolri Suyudi Dorong Body Cam untuk Personel Pengamanan Demo, Perkuat Akuntabilitas Polri

FAKTANASIONAL.NET – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mendorong penggunaan kamera yang dikenakan di tubuh personel atau body-worn camera saat menjalankan tugas pengamanan aksi penyampaian pendapat di ruang publik. Langkah tersebut diarahkan untuk me…

Penulis: Adit 📍 Indonesia Wednesday, 28 October 2026 📖 2 menit
Kapolri Suyudi Dorong Body Cam untuk Personel Pengamanan Demo, Perkuat Akuntabilitas Polri
Kapolri Suyudi Dorong Body Cam untuk Personel Pengamanan Demo, Perkuat Akuntabilitas Polri/Instagram

FAKTANASIONAL.NET – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mendorong penggunaan kamera yang dikenakan di tubuh personel atau body-worn camera saat menjalankan tugas pengamanan aksi penyampaian pendapat di ruang publik.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan akuntabilitas kepolisian sekaligus memastikan pendekatan pengamanan berlangsung humanis.

Dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026), Suyudi menegaskan bahwa pengawalan demonstrasi dan penanganan potensi konflik sosial harus mengutamakan dialog, pendekatan persuasif, serta penghormatan terhadap hak masyarakat.

Menurutnya, pengamanan tidak hanya berorientasi pada ketertiban, tetapi juga memastikan warga dapat menyampaikan aspirasi secara aman.

"Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib. Sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas, Polri juga mendorong penguatan kamera yang dikenakan personel atau body-worn camera dalam pelaksanaan tugas pengamanan," kata Suyudi.

Suyudi menyebut pendekatan dialog dalam pengamanan berkaitan dengan komitmen Polri menjaga stabilitas keamanan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Kami menyadari bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita pemerintah, khususnya Asta Cita ke-2 dan Asta Cita ke-7," ujarnya.

Selain menjaga keamanan, mantan Kapolda Banten tersebut menekankan pemberantasan kejahatan yang mengganggu masyarakat dan iklim usaha. Penindakan mencakup narkoba, judi daring, premanisme, serta pemerasan.

Perlindungan terhadap perempuan, anak, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan juga menjadi perhatian.

Polri turut mendukung sejumlah program pemerintah, mulai dari penanganan bencana, pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pembangunan Jembatan Merah Putih, hingga penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan komoditas jagung.

Di lingkungan internal, reformasi dilakukan melalui pengawasan ketat, penerapan sistem merit dalam pengembangan karier personel, serta integrasi transformasi digital pada pelayanan publik.

"Kami menyadari bahwa upaya Polri masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami terus berbenah dan mendengarkan masukan masyarakat dan memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutur Suyudi.

Kapolri juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban umum dan mewaspadai provokasi dari informasi yang belum terverifikasi.

"Kepercayaan masyarakat harus terus dijawab melalui pelayanan yang mudah diakses, penegakan hukum yang berkeadilan, dan kehadiran Polri yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Suyudi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK