Fakta Nasional

Kebakaran di Karhutla Kawasan Gunung Bromo, BNPB: Terkendala Cuaca Tak Bisa Lakukan Modifikasi

FAKTANASIONAL.NET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai kendala utama dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (kebakaran karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur (Jatim) seperti faktor cuaca. “Faktor cuaca tutupan awan di le…

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 11 August 2026 📖 2 menit
Kebakaran di Karhutla Kawasan Gunung Bromo, BNPB: Terkendala Cuaca Tak Bisa Lakukan Modifikasi

FAKTANASIONAL.NET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai kendala utama dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (kebakaran karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur (Jatim) seperti faktor cuaca.

“Faktor cuaca tutupan awan di lembah sumber air di Ranu Kumbolo hingga jalur terbang menuju titik api di ketinggian Gunung Bromo. Hal ini melibatkan opersi udara tidak bisa dilakukan secara kontinu," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto kepada wartawan pada Selasa (11/8/2026).

Untuk mempercepat operasi pemadaman kebakaran Bromo juga belum bisa dilakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Penyebabnya karena massa awan di atas Gunung Bromo belum mendukung.

"Menurut informasi dan analisis cuaca dari BMKG, upaya melalui OMC saat ini belum bisa dilakukan karena massa awan di atas Gunung Bromo belum mendukung. Namun jika ada perkembangan massa awan akan segera ditindaklanjuti," ucapnya.

Suharyanto menyebut penanganan karhutla di Bromo telah dilakukan sejak Ahad, 9 Agustus 2026.

"Hingga saat ini kebakaran lahan sudah dapat dipadamkan, tinggal 1 titik asap yang masih terpantau di tebing P 30 Kabupaten Probolinggo dan 1 titik api di Wonomitri Kabupaten Pasuruan," tuturnya.

"Upaya yang dilakukan saat ini masih terus dilakukan melalui water bombing dan opersi satgas darat.”

Petugas masih berupaya memadamkan api di kawasan Gunung Bromo, yang telah mencapai seluas sekitar 520 hektare. Tiga helikopter water bombing diturunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Petugas memperkirakan luas area yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare dan api membakar lahan yang didominasi rumput kering khas pegunungan, sejumlah vegetasi, hingga bunga edelweiss.

Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak memimpin koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan pada Ahad pagi. Mereka menyusun strategi pemadaman untuk mencegah api semakin luas.

Pemadaman dilakukan melalui dua skema, yakni operasi darat dan udara. Dari udara, tiga helikopter water bombing dikerahkan untuk menyiram sejumlah titik api.

Dari jalur darat, petugas mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran, tiga drone water spray, serta ratusan personel gabungan dari berbagai unsur.

Emil Dardak mengemukakan kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Selain itu, petugas menghadapi keterbatasan peralatan manual untuk menangani titik panas dan bara yang tersisa.

"Kendala kita saat ini memang keterbatasan alat manual. Ada titik panas yang masih tersisa, api kecil itu memang harus manual. Yang besar ditangani menggunakan helikopter," ucapnya pada Ahad (9/8/2026). (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK