Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Ekosistem Riset Perguruan Tinggi di Aceh
FAKTANASIONAL.NET — Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyerap aspirasi dan tantangan pengembangan riset perguruan tinggi dalam forum dialog Penguatan Ek…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyerap aspirasi dan tantangan pengembangan riset perguruan tinggi dalam forum dialog Penguatan Ekosistem Riset bagi Perguruan Tinggi yang Berdampak dan Berkelanjutan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII tersebut berlangsung di Aula Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Kamis (23/7/2026).
Dalam forum tersebut, sejumlah perwakilan perguruan tinggi mengungkapkan berbagai kendala riset daerah, meliputi tingginya persaingan alokasi dana, standar kualitas penyusunan proposal yang belum merata, hingga perlunya peningkatan kapasitas dosen dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Menanggapi kendala tersebut, Dirjen Risbang Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menegaskan komitmen kementerian untuk terus menyempurnakan skema pendanaan serta memperluas pembinaan teknis.
Baca Juga: Tinjau Fasilitas Pendidikan di Jakarta dan Surabaya, Tim Vanuatu Sebut Indonesia Tujuan Studi Ideal
"Kami ingin memastikan para peneliti tidak hanya memiliki ide yang baik, tetapi juga mampu menyusun proposal yang berkualitas sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan," ucap Fauzan.
Fauzan menyoroti peran strategis LPPM dalam mendampingi peneliti sejak tahap formulasi ide, reviu substansi, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) secara bertanggung jawab guna menunjang kualitas publikasi ilmiah tanpa mengesampingkan etika dan integritas akademik.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XIII Rizal Munadi menyatakan bahwa penguatan kapasitas riset merupakan salah satu fokus utama peningkatan mutu perguruan tinggi di Aceh.
"Forum ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan menjadi sarana bagi perguruan tinggi untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang tepat," ujar Rizal.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Universitas Serambi Mekkah Munawir menyambut baik ruang dialog langsung antara akademisi daerah dan regulator pusat tersebut.
"Kami berharap pertemuan ini dapat mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi di Aceh dengan Ditjen Risbang, sehingga semakin banyak riset yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Munawir.
Seluruh masukan dari forum dialog ini dihimpun Ditjen Risbang sebagai bahan penyempurnaan kebijakan riset nasional agar lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Baca Juga: Kemdikdasmen Minta MPLS Ramah Dibarengi Advokasi Parenting dan Evaluasi Pendidikan Karakter
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.