Fakta Nasional

Kemdiktisaintek Perkuat Peran Mahasiswa Lewat Program Aksara Mahasiswa

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen transformasi sosial yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. Komitmen tersebut…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 30 July 2026 📖 2 menit
Kemdiktisaintek Perkuat Peran Mahasiswa Lewat Program Aksara Mahasiswa
Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat berbasis riset dan inovasi perguruan tinggi./Dok. Kemdiktisaintek
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen transformasi sosial yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Aksara Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemdiktisaintek di Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Rabu (29/7/2026).

Aksara Mahasiswa, akronim dari Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa, dikembangkan untuk menempatkan mahasiswa sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, hasil riset perguruan tinggi, dan kebutuhan masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menjelaskan bahwa program ini dikembangkan bertolak dari tingginya antusiasme pada Program Mahasiswa Berdampak 2025, yang mencatat 957 proposal diajukan oleh 199 perguruan tinggi dengan 263 proposal berhasil didanai.

“Di sini, mahasiswa berperan sebagai pemimpin. Mereka mendengarkan, membangun ide-ide, kemudian menjadi pelaksana di lapangan, serta memberikan umpan balik kepada kampus tentang bagaimana peran kampus di masyarakat dapat dibangun dengan baik,” ujar Fauzan.

Baca Juga: Pemecatan ASN Kemdiktisaintek Jadi Sorotan, DPR Bakal Turun Tangan

Fauzan menegaskan bahwa program ini tidak sekadar pengabdian kepada masyarakat biasa, melainkan menjadikan masyarakat sebagai laboratorium hidup (living lab) untuk mempelajari persoalan secara langsung sebelum merumuskan solusi berbasis kolaborasi lintas disiplin.

Salah satu implementasinya diwujudkan melalui skema Aksara Sirkular. Pada 2026, Kota Denpasar dipilih menjadi salah satu wilayah sasaran prioritas yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis sains, teknologi, dan inovasi sosial masyarakat.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Risbang Kemdiktisaintek I Ketut Adnyana menyampaikan bahwa potensi idealisme dan energi mahasiswa perlu difasilitasi oleh ekosistem perguruan tinggi.

“Mahasiswa mempunyai posisi yang sangat terhormat, strategis, dan mulia di tengah masyarakat. Potensi, pemikiran, idealisme, dan energi mahasiswa harus kita manfaatkan untuk membantu memecahkan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat dengan berbasis pada sains, teknologi, dan inovasi yang dihasilkan oleh dosen-dosen di perguruan tinggi,” ungkap I Ketut Adnyana.

Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa menyambut baik peluncuran program ini dan menekankan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan di lapangan.

“Kebijakan kementerian sudah sangat baik, tetapi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan semua pihak. Implementasinya harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat kampus, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan industri,” kata Lanang Putra Perbawa.

Melalui Aksara Mahasiswa, Kemdiktisaintek berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengetahuan, tetapi juga memastikan hasil pendidikan, riset, dan teknologi dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Kemendikdasmen Sebut Peran Media Meluas Sebagai Pilar Keempat Pendidikan Anak


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK