Fakta Nasional

Kementan Bergerak Cepat Amankan Air Irigasi DI Bena NTT Menjelang Musim Tanam II

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Pertanian (Kementan) merespons cepat isu mengenai dugaan kekeringan yang menimpa ribuan hektare sawah di Daerah Irigasi (DI) Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Peninjauan lapangan langsung dila…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 07 August 2026 📖 2 menit
Kementan Bergerak Cepat Amankan Air Irigasi DI Bena NTT Menjelang Musim Tanam II
Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan kelancaran distribusi air bagi petani menjelang Musim Tanam II (MT2)./Dok. Kementan
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Pertanian (Kementan) merespons cepat isu mengenai dugaan kekeringan yang menimpa ribuan hektare sawah di Daerah Irigasi (DI) Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Peninjauan lapangan langsung dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) guna memastikan ketersediaan air pasokan irigasi tetap aman menyongsong Musim Tanam II (MT2).

Langkah proaktif ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang meminta seluruh jajaran melakukan mitigasi sejak dini guna menjaga kestabilan produksi pangan nasional.

"Mitigasi harus dilakukan sebelum terjadi kekeringan. Jangan menunggu sawah kering baru bergerak. Semua sumber daya harus digerakkan agar air tersedia dan produksi pangan tetap aman," tegas Mentan Amran.

Baca Juga: Mitigasi Kekeringan Nasional, Kementan Alokasikan 56 Ribu Unit Pompa Air Demi Amankan Swasembada Pangan

Pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa kabar kekeringan tersebut tidak benar. Lahan yang diberitakan terdampak merupakan area yang baru saja selesai dipanen.

Kendala utama di lapangan hanyalah penumpukan sedimentasi pada saluran irigasi primer dan sekunder yang sempat menghambat debit air.

Guna mengantisipasi dampak kekeringan di Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Tahun Anggaran 2026, Kementan menyalurkan alokasi bantuan melalui Ditjen LIP.

Bantuan tersebut mencakup 10 unit Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi Tersier, 24 unit Irigasi Perpompaan, 7 unit Irigasi Perpipaan, serta 5 unit Bangunan Konservasi Air.

Dinas Pertanian setempat turut menyiagakan 25 unit brigade pompa yang siap digunakan sewaktu-waktu.

Koordinator Penyuluh BPP Penitik Kecamatan Amanuban Selatan, Yustinus Nahak, mengonfirmasi bahwa aktivitas pertanian di wilayahnya berjalan kondusif.

Angka 3.515 hektare yang beredar di media merupakan total luas layanan DI Bena, bukan area yang mengalami gagal panen.

"Kami di Amanuban Selatan baru selesai panen di akhir Juli, bahkan masih ada sisa pertanaman sekitar 50 hektare yang sedang dipanen. Buktinya, saat ini petani masih memiliki persemaian yang berumur dua minggu dan sudah mulai melakukan pengolahan lahan. Itu artinya kondisi air ini mencukupi," ujar Yustinus.

Kondisi tersebut diamini oleh Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Oetitus Desa Linamutuh, Godlief Malelak, yang menegaskan kesiapan para petani memulai MT2 pada Agustus ini.

"Kalau kami sebagai petani dan juga pengurus P3A, kekeringan yang disebut di wilayah DI 1 Bena ini tidak ada. MT1 ini semua panen, dan malah di wilayah kami masih ada penggunaan air yang berlebih. Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang sigap membantu normalisasi saluran ini. Kami siap untuk masuk MT2 di bulan Agustus ini," katanya.

Menanggapi masalah sedimentasi saluran air sepanjang 250 meter, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II bersama Pemda langsung menerjunkan alat berat dan armada pompa sejak 1 Agustus 2026.

PLH Kepala BWS Nusa Tenggara II, Franky, memastikan pengerjaan pengerukan dilakukan secara maksimal agar pasokan air kembali lancar.

"Informasi yang beredar kami jadikan masukan untuk mengecek kembali kondisi jaringan irigasi. Kurang dari 24 jam setelah menerima informasi, seluruh peralatan sudah berada di lapangan. Sekitar 250 meter saluran mengalami sedimentasi cukup parah. Target awal empat hari, namun kami optimalkan agar selesai dalam dua hingga tiga hari. Kami pantang pulang sebelum pekerjaan ini tuntas," jelas Franky.

Melalui sinergi antara Kementan, BWS, pemda, penyuluh, dan kelompok tani, distribusi air di DI Bena dipastikan kembali normal sehingga MT2 dapat dimulai sesuai target.

Baca Juga: Amran Siap Sapu Bersih Kementan! Hingga 20 Pejabat Eselon I Terancam Dicopot


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK