Ketika Rasa Manis Tak Lagi dari Gula, Waspadai Kondisi Lidah Anda
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Banyak orang pernah merasakan sensasi “mulut manis” setelah menikmati kue atau minuman bersoda. Namun, jika sensasi manis itu terus menerus muncul tanpa konsumsi gula, bisa jadi ini pertanda perubahan fungsi indera pen…
Dengarkan Ringkasan
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Banyak orang pernah merasakan sensasi “mulut manis” setelah menikmati kue atau minuman bersoda.
Namun, jika sensasi manis itu terus menerus muncul tanpa konsumsi gula, bisa jadi ini pertanda perubahan fungsi indera pengecap.
Mengenali penyebab mulut terasa manis sangat penting agar tidak terlewat masalah kesehatan yang lebih serius.
Mula‑mula, lidah kita memetakan rasa manis, asam, asin, pahit, dan umami. Gangguan pada saraf pengecap atau peradangan sel‑sel pengecap dapat memicu persepsi rasa manis yang tidak normal.
Selain itu, beberapa kondisi lain juga berkontribusi terhadap fenomena ini.
Perubahan pada saraf kranial—terutama saraf VII (fasialis)—dapat menimbulkan disfungsi pengecap. Infeksi virus seperti herpes simpleks atau flu juga bisa menimbulkan inflamasi lokal sehingga lidah merasakan rasa manis terus‑menerus.
Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang berpotensi mengubah komposisi mikrobiota mulut, memicu sensasi manis yang berkelanjutan.
Diabetes mellitus sering menyebabkan hiperglikemia yang memengaruhi cairan liur. Kondisi ini dapat membuat mulut terasa manis bahkan ketika kadar gula darah sudah normal.
Gangguan tiroid atau defisiensi vitamin B12 juga berkaitan dengan perubahan fungsi pengecap. Jika disertai gejala lain—seperti mulut kering, mudah haus, atau kelelahan—segara lakukan pemeriksaan medis.
Secara umum, menjaga kebersihan mulut, hidrasi yang cukup, serta pola makan seimbang menjadi langkah awal pencegahan.
Jika sensasi manis tidak kunjung hilang dalam beberapa hari, konsultasikan dengan dokter THT untuk evaluasi lebih lanjut.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.