KNKT Bongkar Fakta Baru Tragedi KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
FAKTANASIONAL.NET - Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT membeberkan hasil investigasi awal kecelakaan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur yang terjadi pada akhir April 2026. Dalam rapat kerja bersama Komisi V…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT membeberkan hasil investigasi awal kecelakaan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur yang terjadi pada akhir April 2026.
Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI dan Kementerian Perhubungan, KNKT menyebut dua benturan yang terjadi diperlakukan sebagai insiden terpisah, dilansir pada 25 Mei 2026.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, kecelakaan pertama bermula ketika sebuah taksi listrik bernomor polisi B 2864 SBX tersangkut di perlintasan liar lalu tertabrak rangkaian KRL 5181B.
Hasil pembacaan black box menunjukkan tidak ada gangguan teknis pada kendaraan dalam satu jam sebelum insiden. Mobil disebut melaju sekitar 15 km/jam sebelum transmisi berpindah dari posisi Drive ke Neutral pada pukul 12.08, meski penyebab perpindahan tersebut belum diketahui.
KNKT mencatat pengemudi sempat menekan pedal gas hingga 51 persen untuk keluar dari rel. Namun tenaga motor tidak tersalurkan karena transmisi masih berada di posisi netral.
Setelah kecelakaan pertama, rangkaian PLB 5568A berhenti untuk menunggu instruksi keselamatan. Namun hanya berselang sekitar tiga menit 43 detik, KA Argo Bromo Anggrek justru menghantam bagian belakang kereta tersebut hingga menimbulkan belasan korban meninggal dan puluhan luka-luka.
KNKT menemukan bahwa pada pukul 20.50.43, Argo Bromo Anggrek masih menerima sinyal hijau di Stasiun Bekasi meski jalur di depan belum sepenuhnya aman.
Selain masalah sistem sinyal, kondisi lingkungan sekitar rel juga disebut memperburuk situasi. Cahaya dari pasar, lampu rumah warga, dan penerangan jalan membuat masinis kesulitan membedakan sinyal tambahan UB104 dengan sumber cahaya lain di sekitar lintasan.
KNKT turut menyoroti lambatnya koordinasi komunikasi antarunit pengendali perjalanan kereta yang dinilai memperlambat penanganan darurat. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.