Fakta Nasional

Komandan Operasi OPM Tewas dalam Baku Tembak di Maybrat

FAKTANASIONAL.NET - Tim patroli gabungan TNI dari Satgas Yonif Marinir 9 dan Denkul 4 Satgas Rajawali V Koops TNI Habema berhasil menembak mati Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Manfret Fatem, beserta dua komandan batalyonnya dalam se…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Sekar Ayuning Kasih Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 11 October 2026 📖 2 menit
Komandan Operasi OPM Tewas dalam Baku Tembak di Maybrat
Komandan Operasi OPM Tewas dalam Baku Tembak di Maybrat/dok.liputan6.com
) -->
FAKTANASIONAL.NET - Tim patroli gabungan TNI dari Satgas Yonif Marinir 9 dan Denkul 4 Satgas Rajawali V Koops TNI Habema berhasil menembak mati Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Manfret Fatem, beserta dua komandan batalyonnya dalam sebuah kontak senjata sengit di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya pada Jumat, 9 Oktober 2026 pagi. Penindakan tegas tersebut terpaksa dilakukan karena kelompok separatis bersenjata ini melakukan perlawanan dengan menembak membabi buta saat aparat berupaya menyergap kamp persembunyian mereka guna memulihkan stabilitas keamanan wilayah dari berbagai ancaman terorisme domestik. 
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, mengonfirmasi bahwa operasi penegakan hukum ini didukung penuh oleh pasokan informasi intelijen berkategori A1 dari Badan Intelijen Negara (BIN). Berdasarkan informasi operasi tersebut, akurasi data intelijen sangat krusial guna membantu aparat di lapangan menetapkan sasaran operasi secara tepat, sekaligus meminimalkan risiko jatuhnya korban dari pihak masyarakat sipil.
Saat disergap, Manfret Fatem bersama dua anak buahnya—Anton Fatem (Komandan Batalyon Ayosami) dan Yesias Fatem (Komandan Batalyon Mosata)—langsung melepaskan tembakan ke arah petugas. Aparat membalas serangan tersebut hingga menyebabkan Manfret Fatem tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, Anton dan Yesias dilaporkan tewas tenggelam di kawasan Sungai Frambu saat berupaya melarikan diri dari kejaran petugas, dan jasadnya kini masih dalam proses pencarian oleh pasukan gabungan. Pihak TNI juga memastikan seluruh personel yang terlibat dalam patroli ini selamat tanpa mengalami cedera.

Manfret Fatem sendiri dikenal sebagai pimpinan bersenjata yang kerap mengomandoi berbagai gangguan keamanan di wilayah Papua Barat Daya. Rekam jejak penyerangannya yang paling menonjol terjadi ketika kelompoknya menyerang prajurit TNI AL secara mendadak di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, hingga menyebabkan dua marinir gugur dan senjatanya dirampas.
Dalam penyisiran pasca-baku tembak, personel gabungan mengamankan sejumlah barang bukti penting di lokasi kejadian. Beberapa barang yang disita meliputi satu pucuk senjata api otomatis jenis AK-101, puluhan butir amunisi tajam, alat komunikasi genggam, dokumen internal organisasi, serta selembar bendera Bintang Kejora.
Menutup keterangannya, Pangkogabwilhan III menegaskan bahwa jajaran TNI di bawah kendalinya akan terus menjalankan misi pemulihan stabilitas wilayah secara tegas, terukur, dan profesional. Ia menambahkan bahwa perlindungan warga, kepatuhan terhadap aturan pelibatan militer (rules of engagement), serta penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) tetap menjadi hukum tertinggi dalam pelaksanaan operasi pengamanan di tanah Papua.(sak)

Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK