Komisi III DPR RI Apresiasi Pengamanan Pilkada, Namun Soroti Lima Insiden Penting
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan evaluasi terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang berlangsung pada 27 November lalu. Dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua Komisi III, Rano Alfath, yang dipa…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan evaluasi terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang berlangsung pada 27 November lalu.
Dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua Komisi III, Rano Alfath, yang dipantau secara daring dari YouTube Komisi III DPR, pada Jumat, 29 November 2024, ia mengapresiasi kinerja Polri yang dinilai maksimal dalam mengamankan jalannya Pilkada, meskipun masih terdapat beberapa insiden yang menjadi perhatian.
"Evaluasi ini mendesak untuk disampaikan, terutama terkait peran Polri dalam pengamanan Pilkada Serentak. Basis evaluasi ini berasal dari laporan yang masuk dan monitoring aktif yang kami lakukan," ungkap Habiburokhman.
Habiburokhman menegaskan bahwa Polri telah menjalankan tugasnya dengan baik untuk memastikan kelancaran Pilkada. Pengamanan meliputi berbagai aspek, mulai dari distribusi logistik, pengaturan tempat pemungutan suara (TPS), hingga pengamanan saat pencoblosan dan penghitungan suara.
"Secara garis besar, Polri telah menjalankan tugas, pokok, dan fungsinya dengan maksimal. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pasca-pencoblosan, semuanya berjalan sesuai prosedur," jelasnya.
Meski demikian, Habiburokhman menyebut adanya lima insiden yang menonjol selama pelaksanaan Pilkada. Salah satunya adalah bentrokan antarpendukung di Puncak Jaya, Papua Tengah, yang dipicu oleh saling klaim kemenangan.
"Respon Polri dalam menangani kejadian ini sudah tepat, dengan pengamanan yang terukur," ujar politikus Partai Gerindra tersebut.
Selain itu, insiden serupa terjadi di Memberamo Tengah (Papua Pegunungan), Jeneponto (Sulawesi Selatan), dan Aceh. Di Aceh, klaim kemenangan antara dua kontestan menyebabkan ketegangan, sementara proses rekapitulasi suara masih berlangsung.
Komisi III DPR RI berkomitmen terus memantau situasi di daerah-daerah yang rawan konflik. Habiburokhman menegaskan perlunya peningkatan kualitas pengamanan Pilkada untuk mencegah potensi gangguan serupa di masa mendatang.
"Polri telah menunjukkan kinerja yang baik, namun perbaikan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan di waktu mendatang," tutup Habiburokhman.[dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.