Fakta Nasional

Konflik Nafkah Ruben Onsu dan Sarwendah: Masalah Invoice Sepihak?

FAKTANASIONAL.NET - Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah pasca perceraian kini merembet pada masalah mekanisme pembayaran nafkah anak. Pihak Ruben Onsu merasa keberatan dengan pola penagihan biaya pendidikan dan pemeliharaan anak yang dilaku…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 14 July 2026 📖 1 menit
Konflik Nafkah Ruben Onsu dan Sarwendah: Masalah Invoice Sepihak?
Sarwendah Tan Penyanyi dan model Indonesia/(Foto: Instagram/@sarwendah29)

FAKTANASIONAL.NET - Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah pasca perceraian kini merembet pada masalah mekanisme pembayaran nafkah anak.

Pihak Ruben Onsu merasa keberatan dengan pola penagihan biaya pendidikan dan pemeliharaan anak yang dilakukan Sarwendah, yang dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan awal yang tertuang dalam Akta Nomor 39.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, dalam wawancara daring Sabtu (11/7/2026), mengungkapkan bahwa seharusnya ada diskusi sebelum biaya nafkah ditentukan.

Menurut Minola, mekanisme yang disepakati melalui akta notaris tersebut mewajibkan kedua belah pihak untuk membahas setiap rincian pengeluaran terlebih dahulu.

"Tapi pola yang sekarang dibuat oleh mereka itu seperti invoice. Sementara biaya pendidikan dan nafkah anak itu kan sifatnya fixed. Mana ada orang yang sudah bercerai, biaya nafkah anaknya berubah-ubah setiap bulan?" ujar Minola mengkritik langkah tersebut.

Lebih lanjut, Minola menyoroti adanya sejumlah biaya yang ditagihkan secara sepihak dan tidak disertai penjelasan rinci, namun diminta untuk diganti melalui sistem reimburse.

Ruben Onsu menegaskan bahwa nafkah dan biaya pendidikan anak seharusnya menjadi keputusan bersama melalui musyawarah, bukan keputusan satu pihak saja.

Pihak Ruben merasa mekanisme yang berjalan saat ini justru melenceng dari esensi kesepakatan notarial yang telah dibuat bersama.

Minola juga menyayangkan pembahasan nafkah anak yang dinilai melebar ke arah lain yang tidak relevan.

Menurutnya, masalah kredit dan urusan nafkah anak adalah hal yang berbeda dan harus disikapi secara proporsional.

Ia berharap pihak Sarwendah dapat kembali pada mekanisme kesepakatan awal, yakni melakukan diskusi terlebih dahulu sebelum menentukan nominal yang harus dibayarkan.

Sikap Ruben yang meminta keterbukaan ini diharapkan dapat mengakhiri perdebatan yang saat ini terkesan kurang sinkron antara kedua belah pihak.

Sampai saat ini, upaya untuk menyamakan persepsi terkait biaya anak tersebut masih menjadi titik ketegangan utama antara mantan pasangan tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK