Kritik HMI dan Revolusi Diri
FAKTANASIONAL.NET - HMI pernah dikenal sebagai ruang kaderisasi intelektual, moral, dan kepemimpinan yang seharusnya melahirkan generasi kritis terhadap kekuasaan. Namun ketika pragmatisme mulai lebih dominan daripada idealisme, pertanyaan besar har…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - HMI pernah dikenal sebagai ruang kaderisasi intelektual, moral, dan kepemimpinan yang seharusnya melahirkan generasi kritis terhadap kekuasaan.
Namun ketika pragmatisme mulai lebih dominan daripada idealisme, pertanyaan besar harus diajukan: apakah organisasi masih menjadi tempat memperjuangkan gagasan, atau perlahan berubah menjadi kendaraan menuju kepentingan dan kekuasaan?
Kritik terhadap HMI bukan berarti menolak keberadaan organisasi, tetapi justru mempertanyakan arah dan masa depannya. Revolusi diri berarti berani mengevaluasi budaya internal, memperkuat independensi, mengembalikan tradisi intelektual, dan memastikan kader tidak kehilangan keberanian untuk mengkritik siapa pun—termasuk ketika berhadapan dengan kekuasaan.
Jika HMI ingin tetap relevan, idealisme tidak boleh hanya menjadi slogan dalam forum kaderisasi. Harus ada keberanian untuk membuktikannya dalam tindakan. Sebab organisasi besar bukan diukur dari seberapa dekat ia dengan kekuasaan, tetapi dari seberapa kuat ia menjaga nilai dan keberpihakannya pada kepentingan publik.
Penulis: Dr. M. Syukur Mandar
Sumber: FB @Bang Syukur Mandar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.