Kulit Mulus Tanpa Flek: Kenali Jenis-Jenis Hiperpigmentasi Wajah
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Flek hitam di wajah adalah masalah yang sering dialami banyak orang Indonesia. Sebab utamanya adalah iklim tropis yang membuat sinar matahari sangat terik sepanjang tahun. Paparan UV berlebih merangsang melanosit mempr…
Dengarkan Ringkasan
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Flek hitam di wajah adalah masalah yang sering dialami banyak orang Indonesia. Sebab utamanya adalah iklim tropis yang membuat sinar matahari sangat terik sepanjang tahun. Paparan UV berlebih merangsang melanosit memproduksi melanin berlebih sehingga timbul bercak gelap di area wajah.
Paparan langsung sinar matahari tanpa perlindungan SPF meningkatkan risiko flek matahari (solar lentigines). Area pipi, dahi, dan atas bibir sering menjadi lokasi utama. Penggunaan tabir surya minimal SPF 30 setiap pagi serta topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan penting dilakukan untuk mencegah terbentuknya flek baru.
Perubahan hormon—seperti masa kehamilan atau penggunaan kontrasepsi—juga memicu melasma, yakni bercak abu-abu-cokelat pada wajah.
Selain itu, bekas jerawat (post-inflammatory hyperpigmentation) meninggalkan noda gelap setelah kulit meradang.
Untuk mengatasinya, produk dengan kandungan asam salisilat, niacinamide, atau vitamin C dapat mempercepat regenerasi dan mencerahkan area hiperpigmentasi.
Selain perawatan topikal, terapi laser dan chemical peeling di klinik kulit dapat menjadi opsi untuk flek yang lebih berat. Namun, konsultasi dengan dokter kulit sangat disarankan agar metode yang dipilih sesuai jenis flek dan kondisi kulit.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.