Fakta Nasional

Legenda Selat Sunda: Prabu Rakata Belah Nusa Kencana demi Cegah Perang Dua Putra

FAKTANASIONAL.NET - Selat Sunda selama ini dikenal sebagai perairan yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera. Namun, di balik bentang laut tersebut, berkembang sebuah legenda yang mengisahkan perpisahan dua daratan melalui kisah Prabu Rakata dan kedu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 10 September 2026 📖 1 menit
Legenda Selat Sunda: Prabu Rakata Belah Nusa Kencana demi Cegah Perang Dua Putra
Legenda Selat Sunda: Prabu Rakata Belah Nusa Kencana demi Cegah Perang Dua Putra/ilustrasi
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Selat Sunda selama ini dikenal sebagai perairan yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Namun, di balik bentang laut tersebut, berkembang sebuah legenda yang mengisahkan perpisahan dua daratan melalui kisah Prabu Rakata dan kedua putranya.

Dalam cerita rakyat yang beredar, Jawa dan Sumatera pada masa lampau dipercaya masih menyatu sebagai sebuah daratan besar bernama Nusa Kencana.

Wilayah tersebut dipimpin Prabu Rakata, sosok raja sekaligus resi yang digambarkan memiliki kebijaksanaan tinggi.

Masalah muncul ketika kedua putranya, Raden Sundana dan Raden Tapa Baruna, tumbuh dengan karakter serta pandangan yang berbeda.

Raden Sundana sebagai putra sulung digambarkan memiliki sifat menyerupai api: berani, ambisius, dan memiliki keinginan besar untuk menaklukkan wilayah.

Sementara itu, Raden Tapa Baruna sebagai putra bungsu lebih tenang.

Ia dianalogikan seperti air yang mengalir dan mengedepankan kebijaksanaan dalam menghadapi persoalan.

Perbedaan karakter tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan yang dikhawatirkan berubah menjadi perang saudara.

Melihat keadaan kerajaan semakin genting, Prabu Rakata disebut mengambil keputusan besar.

Ia tidak ingin ambisi kedua putranya mengorbankan rakyat yang tidak bersalah.

Dalam legenda tersebut, sang raja kemudian menggunakan sebuah guci pusaka yang berisi air dari tujuh samudra.

Setelah merapalkan mantra purba, kekuatan gaib dalam kisah itu dipercaya memicu rangkaian bencana dahsyat.

Gempa besar mengguncang Nusa Kencana, disusul letusan Gunung Kapi yang dalam legenda dikaitkan dengan asal-usul Krakatau.

Gelombang tsunami kemudian menerjang daratan hingga wilayah yang sebelumnya menyatu terpisah menjadi dua pulau besar.

Perpisahan tersebut kemudian dimaknai bukan sekadar sebagai terbentuknya batas geografis. Legenda itu menggambarkan lahirnya dua karakter budaya yang berbeda tetapi dianggap saling melengkapi.

Jawa dikaitkan dengan tradisi kepemimpinan dan militer, sedangkan Sumatera digambarkan berkembang sebagai wilayah pelaut sekaligus tempat tumbuhnya tradisi filsafat.

Dalam cerita tersebut, Selat Sunda akhirnya menjadi simbol pengorbanan Prabu Rakata. Sang ayah memilih memisahkan kedua putranya daripada membiarkan perebutan kekuasaan berubah menjadi pertumpahan darah.

Kisah ini merupakan legenda dan bagian dari tradisi cerita rakyat, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai catatan sejarah atau penjelasan ilmiah mengenai terbentuknya Selat Sunda.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK