Libatkan Pesantren hingga Cetak Sawah Papua, Kementan Siapkan Bibit Gratis dan Anggaran Rp9,95 Triliun Demi Ketahanan Pangan
FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperluas basis produksi pangan nasional dengan merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan pondok pesantren. Pemerintah menyiapkan bantuan bibit komoditas perkebunan unggul, pe…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperluas basis produksi pangan nasional dengan merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan pondok pesantren.
Pemerintah menyiapkan bantuan bibit komoditas perkebunan unggul, pengolahan lahan secara gratis, hingga pendampingan budidaya bagi pesantren yang memiliki lahan produktif.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
"Kalau ada pesantren yang membutuhkan, ada bibit tebu, kakao, kelapa, mente, kopi, semuanya gratis dari Bapak Presiden. Pengolahan lahannya juga gratis. Bibitnya gratis. Tinggal lahannya disiapkan, nanti kami tanami," ujar Mentan Amran.
Ia menegaskan, program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mengembangkan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis berbasis kerakyatan.
Guna mendukung penyediaan bibit unggul ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp9,95 triliun.
Pihak pesantren yang tertarik cukup mengajukan usulan lahan produktif mereka melalui Dinas Pertanian setempat agar bisa segera diproses dan ditanami.
Mendorong Hilirisasi dan Kemandirian Ekonomi Umat
Baca Juga: Kementan Gandeng UGM Kembangkan Kedelai Lokal, Kurangi ImporTak hanya berfokus pada produksi hulu, Mentan Amran juga memaparkan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional.
Sektor perkebunan dan peternakan seperti kelapa sawit, minyak goreng, daging ayam, hingga telur terus didorong agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan aktif pondok pesantren dalam sektor pertanian dan hilirisasi akan membuka ruang ekonomi baru sekaligus mewujudkan kemandirian pangan umat.
Program Cetak Sawah di Papua Meluas hingga 138 Ribu Hektare
Selain penguatan kapasitas pesantren dan perkebunan rakyat, Kementan membeberkan progres signifikan dari pembangunan kawasan pertanian di kawasan timur Indonesia, khususnya Tanah Papua.
Program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan yang awalnya dipusatkan di Papua Selatan, kini merambah ke Papua Pegunungan, Papua Tengah, hingga Papua Barat Daya akibat tingginya permintaan masyarakat dan kepala suku setempat.
"Kami sudah membangun sawah baru dan optimalisasi lahan sekitar 138 ribu hektare. Awalnya hanya di Papua Selatan, tetapi sekarang Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya juga meminta program yang sama," beber Mentan Amran.
Ia menambahkan, antusiasme warga lokal sangat tinggi untuk bertani. Bahkan, beberapa kepala suku sempat menemui dirinya secara langsung untuk meminta tambahan pembukaan lahan pertanian seluas 5.000 hingga 10.000 hektare di wilayah mereka.
Amran memastikan seluruh program cetak sawah tersebut dijalankan secara sah di atas tanah negara maupun masyarakat sesuai regulasi yang berlaku.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.