Liverpool Ditinggal Ribuan Pengikut Usai Unggah Dukungan LGBT, Media Sosial The Reds Dibanjiri Protes
FAKTANASIONAL.NET - Keputusan Liverpool Football Club mengunggah konten dukungan terhadap komunitas LGBT memicu reaksi keras dari sebagian pendukungnya di berbagai negara. Unggahan tersebut bahkan disebut berdampak pada berkurangnya jumlah pengikut…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Keputusan Liverpool Football Club mengunggah konten dukungan terhadap komunitas LGBT memicu reaksi keras dari sebagian pendukungnya di berbagai negara.
Unggahan tersebut bahkan disebut berdampak pada berkurangnya jumlah pengikut akun resmi klub akibat aksi unfollow yang dilakukan sejumlah suporter.
Berdasarkan informasi yang dikutip redaksi dari Instagram pada 27 Juli 2026, gelombang protes muncul tidak lama setelah Liverpool membagikan postingan resmi yang berisi dukungan terhadap komunitas LGBT.
Sejumlah pendukung The Reds mengaku kecewa dengan sikap klub yang mereka nilai tidak sejalan dengan pandangan sebagian basis suporter.
Kekecewaan tersebut kemudian diwujudkan dengan berhenti mengikuti akun media sosial resmi Liverpool sebagai bentuk protes.
Aksi unfollow itu disebut terjadi secara massal dan menjadi sorotan di media sosial.
Meski demikian, tidak dijelaskan secara rinci berapa jumlah pasti pengikut yang meninggalkan akun resmi klub setelah unggahan tersebut dipublikasikan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah unggahan dari klub sepak bola dapat memicu respons yang sangat beragam di kalangan pendukungnya, terutama ketika menyangkut isu-isu sosial yang sensitif.
Selain aksi berhenti mengikuti akun resmi, kolom komentar pada unggahan Liverpool juga dipenuhi perdebatan antarsuporter.
Sebagian warganet memberikan dukungan terhadap langkah klub, sementara lainnya menyampaikan kritik dan ketidaksetujuan.
Perbedaan pandangan tersebut membuat diskusi di media sosial berlangsung cukup panas.
Hingga informasi ini beredar, unggahan yang dikutip redaksi dari Instagram pada 27 Juli 2026 masih menjadi perhatian publik dan memancing berbagai tanggapan dari penggemar sepak bola di berbagai negara.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan bahwa kebijakan komunikasi sebuah klub besar tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan dengan basis pendukungnya di seluruh dunia, terutama ketika menyentuh isu yang memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.