Londo Ireng: Dari Julukan Tentara Kolonial Belanda hingga Sindiran Politik di Indonesia
FAKTANASIONAL.NET - Istilah Londo Ireng memiliki akar sejarah yang panjang sebelum akhirnya berkembang menjadi ungkapan bernuansa politik di Indonesia. Dalam bahasa Jawa, londo berarti Belanda atau orang Eropa, sedangkan ireng berarti hitam. Secara…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Istilah Londo Ireng memiliki akar sejarah yang panjang sebelum akhirnya berkembang menjadi ungkapan bernuansa politik di Indonesia.
Dalam bahasa Jawa, londo berarti Belanda atau orang Eropa, sedangkan ireng berarti hitam. Secara harfiah, istilah tersebut dapat dimaknai sebagai "Belanda Hitam".
Pada konteks sejarah, Londo Ireng merujuk kepada prajurit asal Afrika Barat, terutama dari wilayah yang kini menjadi Ghana dan sekitarnya, yang direkrut pemerintah kolonial Belanda untuk memperkuat Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL).
Mereka mengenakan seragam militer Belanda dan bertugas di Hindia Belanda sehingga masyarakat kala itu menjuluki mereka sebagai "Belanda Hitam". Berdasarkan berbagai catatan sejarah, lebih dari 3.000 orang direkrut selama periode 1831 hingga 1872.
Makna Historis Londo Ireng
Dalam literatur sejarah, istilah Londo Ireng tidak berkaitan dengan identitas etnis masyarakat Indonesia, melainkan menjadi sebutan bagi pasukan Afrika yang mengabdi kepada pemerintah kolonial Belanda.Kehadiran mereka merupakan bagian dari strategi Belanda memperkuat kekuatan militernya di wilayah Nusantara pada abad ke-19.
Karena itu, ketika istilah tersebut ditemukan dalam buku atau kajian sejarah, maknanya lebih merujuk pada konteks kolonial dan keberadaan tentara Afrika di bawah pemerintahan Belanda.
Bergeser Menjadi Istilah Bernada Peyoratif
Seiring perkembangan zaman, makna Londo Ireng mengalami pergeseran. Dalam perdebatan sosial maupun politik modern, istilah ini kerap digunakan sebagai sindiran bagi individu atau kelompok yang dianggap lebih mengutamakan kepentingan asing dibanding kepentingan nasional.Penggunaan istilah tersebut bersifat peyoratif atau bernada merendahkan sehingga sering memunculkan polemik di ruang publik.
Dalam konteks kekinian, Londo Ireng bukan lagi merujuk pada prajurit Afrika, melainkan menjadi label politik terhadap pihak yang dinilai berpihak kepada kepentingan luar negeri.
Dengan demikian, makna istilah Londo Ireng sangat bergantung pada konteks penggunaannya.
Dalam sejarah, ia merupakan julukan bagi tentara kolonial Belanda asal Afrika, sedangkan dalam diskursus politik masa kini istilah tersebut lebih sering dipakai sebagai metafora atau sindiran terhadap pihak yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan bangsa.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.