Longsor Maut di Sumba Barat Daya: Dua Pekerja Proyek Tewas Tertimbun di Desa Djalamanu
FAKTANASIONAL.NET – Bencana tanah longsor melanda sebuah area galian proyek di Desa Djalamanu, Kecamatan Wewena Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (16/3/2026). Insiden tragis yang terjadi sekitar pukul 10.00 WITA…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Bencana tanah longsor melanda sebuah area galian proyek di Desa Djalamanu, Kecamatan Wewena Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (16/3/2026).
Insiden tragis yang terjadi sekitar pukul 10.00 WITA tersebut mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Koordinator Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB hingga Selasa (17/3/2026), material tanah runtuh secara mendadak saat para pekerja tengah mempersiapkan fondasi untuk pembangunan fisik di kawasan tersebut.
Evakuasi Korban dan Penanganan Medis
Dalam peristiwa mematikan ini, empat orang pekerja dilaporkan tertimbun material longsor.
Upaya evakuasi yang dilakukan tim gabungan berhasil menemukan seluruh korban, namun dua di antaranya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
"Bencana longsor di Sumba Barat Daya ini secara tragis menyebabkan dua orang pekerja dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, tim evakuasi berhasil menyelamatkan dua orang lainnya yang saat ini dilaporkan menderita sejumlah luka-luka," tulis laporan resmi BNPB.
Kedua korban luka saat ini telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi untuk proses lebih lanjut.
Asesmen Geologis dan Koordinasi Lanjutan
Pasca-kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya segera menerjunkan tim reaksi cepat ke titik lokasi.
Selain melakukan evakuasi, petugas juga melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi geologis di area galian guna mengantisipasi adanya longsor susulan.
BPBD juga menjalin koordinasi intensif dengan pihak kepolisian dan instansi kesehatan untuk memastikan penanganan korban berjalan sesuai prosedur, serta menyelidiki faktor keamanan kerja di lokasi proyek pembangunan tersebut.
Hingga saat ini, area proyek telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti runtuhnya dinding galian yang merenggut nyawa pekerja tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.