Malam 12 Rabiul Awal 1448 H, Kisah Menakjubkan di Balik Kelahiran Nabi Muhammad SAW
FAKTANASIONAL.NET - Malam 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah bertepatan dengan 24 Agustus 2026. Bagi umat Islam, momentum ini menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus kesempatan untuk kembali mengenang kisah kelahiran Rasulullah…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Malam 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah bertepatan dengan 24 Agustus 2026. Bagi umat Islam, momentum ini menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus kesempatan untuk kembali mengenang kisah kelahiran Rasulullah dan menumbuhkan kecintaan kepada beliau.
Kisah mengenai keistimewaan masa kehamilan Sayyidah Aminah diceritakan Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Al Ibriz Al Dani, fi Maulidi Sayyidina Muhammad.
Dalam riwayat tersebut, sejumlah nabi disebut datang membawa kabar gembira kepada Aminah selama sembilan bulan mengandung Muhammad SAW.
Pada bulan Rajab, Aminah disebut mendapat kabar dari Nabi Adam bahwa dirinya mengandung pemimpin manusia. Memasuki Sya'ban, Nabi Tsits datang menyampaikan kabar tentang sosok yang kelak menjadi pemilik takwil dan hadis.
Pada Ramadan, Nabi Idris menyebut Muhammad sebagai nabi pemimpin. Berikutnya, Nabi Nuh pada Syawal menyampaikan kabar mengenai pemilik pertolongan dan kemenangan. Pada Zulqa'dah, Nabi Hud menyebut keutamaan beliau sebagai pemilik syafaat pada hari yang disaksikan.
Kabar tersebut berlanjut pada Zulhijjah melalui Nabi Ibrahim, Muharram melalui Nabi Ismail, Shafar melalui Nabi Musa, hingga Rabiul Awal melalui Nabi Isa putra Maryam.
Memasuki Rabiul Awal, berbagai kisah tentang keistimewaan menjelang kelahiran Rasulullah SAW turut diceritakan dalam kitab Anni'matul-Kubro 'Alal Alam karya Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami.
Pada malam pertama Rabiul Awal, Sayyidah Aminah dikisahkan merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa. Malam kedua datang seruan yang membawa kabar tentang anugerah besar dari Allah Ta'ala.
Kemudian pada malam ketiga, Aminah mendapat seruan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW semakin dekat.
Kisah tersebut menjadi bagian dari tradisi literatur Maulid yang mengajak umat Islam mengenang kelahiran Rasulullah dengan penuh kecintaan, sekaligus memperkuat mahabbah kepada Nabi, keluarga, dan para sahabatnya.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.