Marlina Hamil Ngidam Naik Mobil Patroli Polisi
FAKTANASIONAL.NET - Ada banyak bentuk keinginan ketika seseorang sedang hamil. Ada yang ingin makan makanan tertentu, mencium aroma tertentu, atau tiba-tiba ingin pergi ke suatu tempat. Tetapi keinginan seorang perempuan hamil di Labuhanbatu, Sumate…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Ada banyak bentuk keinginan ketika seseorang sedang hamil. Ada yang ingin makan makanan tertentu, mencium aroma tertentu, atau tiba-tiba ingin pergi ke suatu tempat. Tetapi keinginan seorang perempuan hamil di Labuhanbatu, Sumatera Utara, ini tergolong tidak biasa: ia ingin naik mobil polisi.
Peristiwa tersebut terjadi di Polres Labuhanbatu, Rantauprapat, Rabu malam, 12 Maret 2025. Perempuan itu bernama Marlina, 37 tahun, seorang ibu rumah tangga. Ia datang bersama suaminya, Ardiansyah Putra, 37 tahun, seorang wiraswasta. Mereka datang sekitar pukul 22.05 WIB.
Maksud kedatangan mereka bukan melaporkan tindak kriminal, bukan meminta perlindungan, dan bukan pula karena kecelakaan.
Marlina hanya ingin naik mobil patroli polisi.
Menurut keterangan Ardiansyah yang disampaikan kepolisian, keinginan itu sebenarnya sudah disampaikan Marlina sejak sekitar lima hari sebelumnya. Berkali-kali ia meminta suaminya mengabulkan keinginannya.
Pada awalnya Ardiansyah menganggap permintaan tersebut tidak terlalu penting. Namun, permintaan itu terus muncul.
Akhirnya, daripada istrinya terus memikirkan keinginan tersebut, Ardiansyah memutuskan membawa Marlina ke Polres Labuhanbatu.
Di sinilah kisah kecil tersebut berubah menjadi cerita yang menarik.
Pasangan suami istri itu datang ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau SPKT. Mereka menyampaikan keinginan Marlina kepada petugas. Bagi petugas kepolisian, permintaan tersebut tentu bukan permintaan yang setiap malam mereka dengar.
Tetapi petugas tidak menertawakannya.
Personel piket SPKT kemudian mengajak Marlina dan suaminya menaiki mobil patroli. Marlina duduk di bagian depan, di samping pengemudi, sementara suaminya duduk di belakang.
Mobil patroli kemudian berkeliling Kota Rantauprapat.
Tidak ada pengejaran penjahat. Tidak ada sirene dalam sebuah operasi khusus. Tidak ada keadaan darurat. Mobil itu berjalan semata-mata untuk memenuhi keinginan seorang ibu hamil.
Setelah berkeliling kota, mereka kembali ke Polres.
Yang terjadi kemudian justru menjadi bagian paling emosional dari cerita tersebut.
Sebelum pulang, Marlina menangis tersedu-sedu. Ia berterima kasih kepada polisi karena telah mengabulkan keinginannya. Marlina bahkan mendoakan petugas agar selalu sehat, panjang umur, dan memperoleh banyak rezeki.
Kisah ini kemudian diberitakan sebagai contoh kecil mengenai sisi humanis polisi.
Plt. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Yudhi Surya Markus Pinem menyampaikan apresiasi terhadap tindakan personel Polres Labuhanbatu.
Menurutnya, polisi tidak hanya mempunyai fungsi penegakan hukum, tetapi juga harus mampu hadir dalam persoalan masyarakat sepanjang permintaan tersebut masih wajar dan tidak melanggar aturan.
Peristiwa tersebut sederhana. Tidak ada konflik besar. Tidak ada kerugian material. Tidak ada korban. Tetapi justru karena kesederhanaannya, cerita ini mempunyai nilai human interest.
Di tengah pemberitaan mengenai kriminalitas, korupsi, kecelakaan dan konflik, sebuah peristiwa kecil yang memperlihatkan interaksi manusiawi dapat menjadi berita yang menghibur.
Apalagi keinginan Marlina bukan sesuatu yang lazim diasosiasikan dengan masa kehamilan. Yang menarik bukan soal apakah “ngidam naik mobil polisi” mempunyai penjelasan medis tertentu. Berita tersebut tidak membuktikan hal itu.
Yang terverifikasi hanyalah bahwa Marlina mengaku menginginkan pengalaman tersebut, suaminya membawa dia ke polisi, dan polisi mengabulkannya.
Dengan demikian, inti cerita bukanlah soal keanehan kehamilan.
Intinya adalah bagaimana sebuah institusi yang biasanya dikenal keras—polisi—justru menghadapi permintaan yang sangat personal dengan cara yang lembut. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.