Massa Bakar Rumah Terduga Bandar Narkoba di Rohil, Polda Riau Bentuk Satgas Khusus
FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi kekecewaan warga terhadap peredaran narkoba di wilayah pesisir Riau berujung pada aksi anarkis. Ratusan warga di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), nekat merusak dan membakar…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi kekecewaan warga terhadap peredaran narkoba di wilayah pesisir Riau berujung pada aksi anarkis.
Ratusan warga di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), nekat merusak dan membakar sebuah rumah yang diduga kuat milik bandar narkoba pada Jumat (10/4) petang.
Aksi yang viral di media sosial tersebut menunjukkan kemarahan massa yang terdiri dari pria dan wanita.
Selain merusak bangunan permanen, warga juga membakar empat unit sepeda motor serta barang-barang di dalam rumah sebagai bentuk protes atas peredaran sabu yang dinilai kian meresahkan.
Respons Polda Riau dan Pembentukan Satgas
Menyikapi insiden tersebut, Polda Riau bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk menyelidiki jaringan narkoba yang memicu kemarahan warga.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyatakan bahwa kepolisian tidak tinggal diam terhadap isu yang berkembang.
"Saat ini proses penyelidikan tengah berjalan," kata Pandra dilansir dari Kompas.com, Senin (13/4).
Pihaknya menjelaskan bahwa Satgas Anti Narkoba Polda Riau kini telah dibentuk dan dipimpin langsung oleh Irwasda, Kombes Prabowo Santoso.
Hal serupa dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Rohil, Ipda Didi Sofyan.
"Masih diselidiki terduga pelakunya," tegas Didi.
Faktor Geografis dan Kerawanan Jalur Penyelundupan
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, mengakui bahwa Panipahan memiliki tantangan geografis yang berat karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Hal ini menjadikan wilayah tersebut rawan sebagai pintu masuk barang haram dari luar negeri.
"Sebagian besar narkoba yang kami ungkap berasal dari luar negeri. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga memiliki kerawanan tersendiri," ungkap Hengki dalam keterangan tertulisnya.
Masyarakat Keluhkan Lambannya Penegakan Hukum
Aksi massa ini disebut bukan tanpa alasan. Dalam rekaman video yang beredar, warga menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap aparat penegak hukum yang dianggap tidak bertindak tegas terhadap para pengedar. Massa mendesak polisi menangkap pria berinisial MA dan menutup seluruh titik peredaran narkoba.
"Inilah kalau sudah masyarakat yang bertindak, akibat lemahnya penegak hukum," teriak seorang warga dalam video yang viral tersebut.
Massa yang awalnya berjumlah 150 orang membengkak menjadi sekitar 500 orang saat menggeruduk rumah warga bernama Ali yang diduga terlibat jaringan narkoba. Meski bangunan beton tersebut tidak hangus sepenuhnya, kerusakan properti cukup parah.
Warga bahkan mengancam akan melakukan aksi serupa jika tuntutan mereka untuk membersihkan Panipahan dari narkoba tidak segera ditindaklanjuti secara nyata oleh pihak kepolisian.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.