Fakta Nasional

Menbud Ancam Tutup Stockpile Batu Bara di Kawasan Candi Muaro Jambi, Perlindungan Situs UNESCO Diperketat

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah mempertegas komitmennya melindungi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi dari aktivitas industri yang dinilai mengancam kelestarian situs bersejarah tersebut. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pihaknya…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 06 August 2026 📖 1 menit
Menbud Ancam Tutup Stockpile Batu Bara di Kawasan Candi Muaro Jambi, Perlindungan Situs UNESCO Diperketat
Menbud Ancam Tutup Stockpile Batu Bara di Kawasan Candi Muaro Jambi, Perlindungan Situs UNESCO Diperketat/(ilustrasi)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah mempertegas komitmennya melindungi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi dari aktivitas industri yang dinilai mengancam kelestarian situs bersejarah tersebut.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pihaknya akan kembali mengirim surat kepada para pemilik stockpile batu bara yang masih beroperasi di kawasan itu.

Langkah tersebut diambil setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan stockpile batu bara di sekitar Candi Muaro Jambi.

Dikutip dari detikSumbagsel, Selasa (4 Agustus 2026), Fadli Zon menyatakan pemerintah siap mengambil tindakan tegas demi mendukung proses pengajuan kawasan tersebut sebagai Warisan Dunia UNESCO.

"Soal stockpile ini, intinya pemerintah siap mengusulkan penutupan aktivitasnya demi melindungi kawasan cagar budaya yang tengah dipersiapkan menjadi Warisan Dunia UNESCO," kata Fadli Zon, dikutip dari detikSumbagsel, Selasa (4 Agustus 2026).

Fadli mengungkapkan bahwa peringatan kepada perusahaan terkait sebenarnya telah disampaikan sekitar satu setengah tahun lalu. Namun hingga kini aktivitas penumpukan batu bara masih ditemukan.

Karena itu, Kementerian Kebudayaan akan memanggil para pemilik usaha untuk meminta komitmen memindahkan operasional mereka ke luar kawasan cagar budaya.

Fadli menegaskan pemerintah tidak bermaksud menghambat investasi, melainkan memastikan aktivitas usaha berlangsung di lokasi yang tidak mengganggu kawasan bersejarah.

Ia bahkan menegaskan, "Kalau masih membandel juga, saya akan usulkan untuk ditutup saja usahanya."

Candi Muaro Jambi merupakan kompleks percandian Hindu-Buddha terbesar di Asia Tenggara dengan luas sekitar 3.981 hektare berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 135/M/2023.

Kawasan yang berkembang sejak abad ke-7 hingga ke-13 Masehi itu kini diproyeksikan menjadi pusat penelitian, pendidikan, serta destinasi wisata budaya bertaraf internasional.

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan pemerintah daerah siap mengikuti seluruh kebijakan Kementerian Kebudayaan terkait penataan kawasan. "Kalau memang mesti kita pindahkan, ya tinggal nanti perintah, kita siap untuk memindahkan," ujarnya.

Ia menegaskan Candi Muaro Jambi merupakan warisan budaya Nusantara yang harus terlindungi dari aktivitas industri.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK