Fakta Nasional

Mencekam! Uya Kuya Ceritakan Detik-Detik Rumahnya Dijarah: "Gue Mau Nangis"

SELEB, FAKTANASIONAL.NET - Artis dan anggota DPR, Uya Kuya, menceritakan pengalaman mengerikan saat kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur, dikepung dan dijarah oleh massa. Peristiwa itu terjadi begitu cepat dan terorganisir, membuatnya tak sempa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 07 November 2025 📖 1 menit
Mencekam! Uya Kuya Ceritakan Detik-Detik Rumahnya Dijarah: "Gue Mau Nangis"
Anggota DPR RI, Surya Utama atau akrab dipanggil Uya Kuya.

SELEB, FAKTANASIONAL.NET - Artis dan anggota DPR, Uya Kuya, menceritakan pengalaman mengerikan saat kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur, dikepung dan dijarah oleh massa. Peristiwa itu terjadi begitu cepat dan terorganisir, membuatnya tak sempat bersiap-siap.

Uya mengaku ia dan istrinya hanya bisa pasrah melihat rumah mereka dibobol oleh sekelompok orang tak dikenal yang jumlahnya sangat banyak.

Warga Sempat Melawan

Uya mengapresiasi warga sekitar yang sempat berusaha membantu. "Warga sekitar sempat bantu menahan massa sekitar dua jam, tetapi akhirnya enggak kuat," kata Uya, Rabu (5/11/2025). Massa yang datang disebut sangat terorganisir, menggunakan mobil dan motor. Aparat kepolisian yang berada di lokasi pun tak berkutik karena jumlahnya kalah banyak dibandingkan massa yang brutal.

Pasrah Saat Massa Bobol Masuk

Uya mengaku masih sempat melakukan video call saat kejadian, namun ia langsung mematikannya ketika mendengar massa berhasil membobol masuk ke dalam rumah. Dalam kondisi takut dan hampir menangis, ia hanya bisa pasrah. "Gue langsung matiin video call-nya dan pegangan tangan sama istri gue. Gue mau nangis dan bilang ke istri, ikhlas kita ya," tandas Uya menceritakan kondisi mencekam tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK