Fakta Nasional

Mendagri: Situasi Politik dan Keamanan Berbanding Lurus dengan Inflasi, KSP Diminta Membantu Mengatasi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Angka inflasi berbanding lurus dengan situasi politik dan keamanan. Bila angka inflasi di suatu wilayah tergolong tinggi, maka diperkirakan akan terjadi gejolak. Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhamm…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 01 November 2024 📖 2 menit
Mendagri: Situasi Politik dan Keamanan Berbanding Lurus dengan Inflasi, KSP Diminta Membantu Mengatasi
Mendagri Tito Karnavian diapit oleh dua Wakilnya/Puspen Kemendagri.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Angka inflasi berbanding lurus dengan situasi politik dan keamanan. Bila angka inflasi di suatu wilayah tergolong tinggi, maka diperkirakan akan terjadi gejolak.

Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (31/10/2024).

Namun demikian, Mendagri juga menyampaikan solusi untuk mengatasi inflasi tersebut. Salah satunya adalah dengan meniru langkah yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Menurut Mendagri Tito, Pemprov DKI diketahui telah memberdayakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pangan, yakni Food Station, yang salah satu fungsinya adalah menjaga stabilitas harga pangan.

“Di daerah, saya tahu DK (Jakarta) terutama, ada yang mirip Bulog, namanya Food Station. Sehingga provinsi, kabupaten/kota sebaiknya juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan daerah masing-masing,” ungkap Mendagri.

Mendagri Tito juga berharap kepada Kantor Staf Presiden (KSP) untuk membantu memperkuat fungsi Perum Bulog, selain sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga sebagai stabilisator harga pangan.

"Dengan demikian, bila terjadi kelangkaan maupun surplus produksi pangan, situasi tersebut dapat diatasi oleh Perum Bulog," ujar Mendagri Tito.

Mendagri menambahkan, pihaknya bersyukur dengan pencapaian angka inflasi September 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 6 Oktober 2024, angka inflasi year on year (yoy) September 2024 sebesar 1,84 persen. Kendati begitu, Mendagri mengajak semua pihak untuk tidak berpuas diri. Pasalnya, data tersebut merupakan angka rata-rata nasional. Sedangkan dari sisi daerah, diketahui masih terjadi dinamika kenaikan angka inflasi di sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota.

Berdasarkan data Kemendagri per September 2024, sejumlah daerah meliputi provinsi, kabupaten, dan kota masih menunjukkan tingkat inflasi yang tinggi. Provinsi tersebut yaitu Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat. Untuk kota di antaranya adalah Kotamobagu, Ternate, Denpasar, Batam, dan Ambon. Sedangkan kabupaten yang mengalami inflasi tinggi yakni Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Mimika, Jayawijaya, dan Nabire.

Di samping itu, untuk daerah dengan tingkat inflasi paling rendah yakni Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Papua, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Riau. Sedangkan untuk kabupaten yaitu Timor Tengah Selatan, Belitung, Karo, Mukomuko, dan Ngada. Sementara untuk kota yakni Tual, Jayapura, Pangkalpinang, Cirebon, dan Kediri.

“Ada beberapa kabupaten tertinggi, semua bisa dicatat ya. Saya tolong minta betul diatensi daerah-daerah [dengan inflasi tinggi] itu,” pungkasnya.[Zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK