Fakta Nasional

Mendagri Tito Karnavian: Pemulihan Pascabencana Aceh Baru Tahap Fungsional, Belum Permanen

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa kondisi wilayah Aceh pascabencana yang melanda beberapa waktu lalu secara umum telah kembali normal. Namun, ia menggarisbawahi bahwa pemulihan yang berjalan saat ini…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 10 June 2026 📖 2 menit
Mendagri Tito Karnavian: Pemulihan Pascabencana Aceh Baru Tahap Fungsional, Belum Permanen
Mendagri menegaskan pemerintah akan memantau progres rekonstruksi fisik setiap dua minggu sekali./Dok. Ist
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa kondisi wilayah Aceh pascabencana yang melanda beberapa waktu lalu secara umum telah kembali normal.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa pemulihan yang berjalan saat ini baru bersifat fungsional dan belum sepenuhnya permanen.

Hal tersebut disampaikan Tito usai memimpin rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).

"Kebanyakan sudah kembali normal tapi belum permanen, normalnya normal fungsional," kata Tito kepada awak media.

Arti 'Normal Fungsional' di Wilayah Terdampak

Mendagri menjelaskan, status "normal fungsional" berarti aktivitas dasar masyarakat dan roda ekonomi sudah kembali bergerak.

Baca Juga: DPRD DKI Bawa Dua Raperda Vital Terkait Lingkungan dan Pembangunan Keluarga ke Kemendagri

Saat ini, pergerakan orang dan barang telah berjalan lancar, pasokan listrik serta jaringan internet telah kembali berfungsi, SPBU beroperasi normal, dan kebutuhan logistik dasar masyarakat telah tercukupi.

Meski demikian, Tito tidak menampik bahwa sejumlah fasilitas publik krusial masih jauh dari kata pulih total. Di sektor pendidikan misalnya, proses belajar-mengajar belum sepenuhnya ideal.

"Sebagian besar memang sudah kembali ke sekolah asal, tetapi ada yang masih menggunakan fasilitas darurat karena proses pemulihan belum selesai," ujarnya.

Beberapa sekolah dilaporkan masih terpaksa menggunakan tenda atau bangunan darurat, sementara sebagian siswa lainnya harus menumpang di sekolah lain.

Tantangan Rehabilitasi dan Target Evaluasi Dua Mingguan

Tantangan berat berikutnya bagi pemerintah adalah merampungkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi fisik (rehab-rekon). Berdasarkan evaluasi, sektor-sektor yang mendesak untuk segera diperbaiki meliputi:

  • Rumah tinggal warga yang rusak.

  • Rumah ibadah dan fasilitas pendidikan (termasuk madrasah).

  • Infrastruktur transportasi seperti jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas.

  • Sektor ekonomi produktif warga, seperti lahan pertanian (sawah) dan tambak.

"Terlepas dari kita sudah bisa mengembalikan kehidupan masyarakat kepada fungsi yang normal, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan. Masalah perumahan, pendidikan, madrasah, jalan, jembatan, sawah, tambak dan lain-lain perlu diperbaiki dan direhabilitasi," tegas Tito.

Pemerintah pusat berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga seluruh infrastruktur terdampak bisa terbangun kembali secara permanen.

Demi memastikan program rehab-rekon berjalan tepat waktu dan tanpa kendala, Mendagri menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat secara berkala.

"Kita monitor terus setiap dua minggu nantinya," pungkas Tito.

Baca Juga: DPRD DKI Bawa Dua Raperda Vital Terkait Lingkungan dan Pembangunan Keluarga ke Kemendagri


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK