Fakta Nasional

Mengelola Distres pada Pasien Diabetes: Kunci Menuju Hidup Berkualitas

PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET - Menghadapi diagnosis diabetes bukan sekadar perkara mengontrol kadar gula darah. Lebih dari itu, pasien sering kali dihadapkan pada distres pada pasien diabetes, sebuah respons emosional negatif yang bisa mengganggu ku…

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 02 August 2025 📖 2 menit
Mengelola Distres pada Pasien Diabetes: Kunci Menuju Hidup Berkualitas
Edukator kesehatan Ns Istafiyana memberikan penjelasan kepada pasien mengenai pentingnya mengelola stres dan menjaga kesehatan mental dalam menghadapi diabetes di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Pontianak. Foto: HO/Faktanasional.net

PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET - Menghadapi diagnosis diabetes bukan sekadar perkara mengontrol kadar gula darah. Lebih dari itu, pasien sering kali dihadapkan pada distres pada pasien diabetes, sebuah respons emosional negatif yang bisa mengganggu kualitas hidup dan semangat untuk menjalani pengobatan.

Perasaan takut, kaget, marah, bingung, bahkan kehilangan harapan adalah hal yang lazim dirasakan.

Baca Juga: Mengapa Vaksin Booster Krusial untuk Perlindungan Maksimal?
Kondisi ini menjadi sorotan utama dalam sesi edukasi kesehatan yang disampaikan oleh Istafiyana Rahayu, di hadapan pasien dan pengunjung RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, beban mental yang muncul setelah diagnosis merupakan tantangan besar yang harus dikelola dengan baik.

“Ketika seseorang menerima diagnosis diabetes, artinya ia harus siap hidup berdampingan dengan penyakit kronis yang membutuhkan perhatian dan perawatan seumur hidup,” ujarnya.
Ns Istafiyana mengungkapkan bahwa banyak pasien merasa terpukul saat pertama kali divonis.

Bayangan tentang keharusan minum obat seumur hidup, menyuntikkan insulin setiap hari, menghadapi berbagai pantangan makanan, hingga risiko komplikasi serius seperti kebutaan, gagal ginjal, atau amputasi, menjadi beban pikiran yang berat.

Baca Juga: Terjebak Pola Pikir Negatif? Kenali Cara Mengatasi Pesimis untuk Hidup Lebih Bahagia
Beban emosional ini, jika tidak ditangani, dapat berakibat fatal pada kepatuhan pengobatan pasien. Semangat yang menurun sering kali berujung pada tindakan yang merugikan diri sendiri.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena dapat mempengaruhi semangat pasien dalam menjalani pengobatan. Tidak sedikit pasien yang akhirnya menyerah, tidak lagi patuh pada jadwal minum obat, enggan kontrol ke dokter, atau diam-diam kembali makan sembarangan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Istafiyana menyarankan agar pasien tidak memendam tekanan ini sendirian. Ketika perasaan putus asa mulai menyelimuti, sangat penting untuk segera mencari bantuan dari tenaga kesehatan guna menata ulang pola pikir dan membangun kembali motivasi yang hilang.

Dukungan dari lingkungan terdekat juga memegang peranan krusial. Keluarga diharapkan dapat menjadi sistem pendukung utama bagi pasien.

“Peran keluarga juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan pasien diabetes. Keluarga harus menjadi pendengar yang baik, teman dalam proses penyembuhan, serta tidak menghakimi atau menyalahkan pasien,” tambahnya.
Mengelola distres pada pasien diabetes bukan berarti menghilangkan semua perasaan negatif, melainkan tentang mengenali dan menghadapinya secara sehat.
Baca Juga: Pikiran Buntu? Kenali Mental Block dan Cara Ampuh Mengatasinya
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan penerimaan dan kemauan untuk belajar lebih dalam tentang penyakit tersebut.
“Mulailah dengan menerima dan memahami penyakit diabetes, tingkatkan pengetahuan tentang kondisi tersebut, karena semakin paham seseorang, maka rasa takut bisa berkurang. Gantilah camilan tinggi karbohidrat dengan buah, atau lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari,” imbaunya.
Pada akhirnya, ia menekankan bahwa diagnosis diabetes bukanlah akhir dari segalanya.

Dengan pendekatan yang tepat, pasien dapat terus menjalani kehidupan yang bermakna.

“Diabetes bukan akhir dari segalanya. Dengan perawatan yang tepat, dukungan emosional, dan sikap yang positif, pasien tetap bisa menjalani hidup yang produktif dan bahagia,” pungkasnya.
(*Red)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK