Fakta Nasional

Mengenal Otrovert, Kepribadian Baru yang Sedang Viral

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Pernah merasa kesulitan untuk benar-benar menjadi bagian dari kelompok, termasuk lingkaran pertemanan di kantor? Bisa jadi kamu termasuk orang dengan kepribadian otrovert. Istilah otrovert pertama kali diperkenalkan ol…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 25 September 2025 📖 2 menit
Mengenal Otrovert, Kepribadian Baru yang Sedang Viral
Ilustrasi mengenal Kepribadian Otrovert/Sumber Foto: Halodoc.

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Pernah merasa kesulitan untuk benar-benar menjadi bagian dari kelompok, termasuk lingkaran pertemanan di kantor? Bisa jadi kamu termasuk orang dengan kepribadian otrovert.

Istilah otrovert pertama kali diperkenalkan oleh psikiater Amerika Serikat, Rami Kaminski, melalui bukunya The Gift of Not Belonging (2025). Kata ini berasal dari bahasa Spanyol otro yang berarti “lain” atau “berbeda”.

Menurut Kaminski, orientasi dasar seorang otrovert adalah kenyataan bahwa arah hidup dan pandangan mereka jarang sejalan dengan kebanyakan orang.

Dalam tulisannya di The Guardian, ia menyinggung pasien berinisial A yang merasa tidak pernah bisa benar-benar nyambung dengan teman sebaya. Pasien tersebut mengatakan dirinya cepat merasa bosan ketika berada di keramaian, namun tetap nyaman saat bersama satu-dua teman dekat atau justru saat sendirian.

Kaminski bahkan mengidentifikasi dirinya sendiri sebagai otrovert. Saat kecil, ia pernah bergabung dengan Pramuka, tetapi meski mengikuti kegiatan dengan seragam lengkap, ia tidak merasakan antusiasme seperti anak-anak lain.

“Menjadi bagian dari kelompok dianggap lebih baik daripada berada di luar, tetapi otrovert justru merasa lebih nyaman sebagai orang luar (outsider), meski diterima sekalipun,” tulisnya dikutip dari Huffington Post.

Ciri-Ciri Kepribadian Otrovert

Secara umum, berikut beberapa karakteristik orang dengan kepribadian otrovert:

  • Lebih nyaman berbicara dengan orang dewasa daripada teman sebaya, serta memiliki pemikiran yang lebih matang.
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang mengajukan pertanyaan kompleks.
  • Bisa populer berkat kepintarannya, tetapi sering menghindari kegiatan kelompok.
  • Tidak pernah merasa bosan saat sendirian.
  • Kurang nyaman mengikuti aktivitas berbasis kelompok, seperti pesta ulang tahun, wisata sekolah, atau acara kantor.
  • Menyukai aktivitas tenang, terstruktur, dan lebih suka bekerja mandiri.
  • Cenderung menghindari klub, tradisi bersama, hingga acara keagamaan atau wisuda.
Perbedaan Otrovert dengan Introvert dan Ekstrovert
  • Kaminski menekankan, otrovert bukanlah perpaduan introvert dan ekstrovert, melainkan tipe yang berbeda. Perbedaan utama terletak pada relasi dengan kelompok.
  • Ekstrovert mendapatkan energi dari interaksi sosial.
  • Introvert mudah lelah jika terlalu lama bersosialisasi.
  • Otrovert tidak memiliki dorongan untuk bersosialisasi dalam kelompok, meski tetap bisa supel dan ramah.
  • Seorang introvert biasanya enggan menjadi yang pertama berbicara dalam rapat, sedangkan otrovert bisa tampil percaya diri menyampaikan pandangan.
  • Otrovert juga suka menyendiri, tapi bukan untuk “mengisi energi” seperti introvert, melainkan untuk menghindari rasa kesepian atau ketidaknyambungan saat berada di keramaian.
Sisi Positif dan Tantangan

Menjadi otrovert memiliki dua sisi. Mereka sering berpikir out of the box dan menghadirkan ide-ide segar. Namun, dalam masyarakat yang menekankan pentingnya menjadi bagian dari kelompok, kepribadian ini kerap dipandang sebagai masalah psikologis yang harus diperbaiki.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK